Kapolres Bungo : Pejabat Harus Merasa Bertanggung Jawab Sediakan Lapangan Kerja Bagi Warga

Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram saat Giat Jumat Curhat dengan pihak Kecamatan Rimbo Tengah, Rio dan Tokoh masyarakat. Jumat (6/1). Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kapolres Bungo belakangan ini melalui program Jumat Curhat, gencar mengkampanyekan kepada para tokoh masyarakat dan para pejabat secara bersama-sama untuk berpikir agar lapangan kerja harus diciptakan.

Seperti disampaikan saat bertemu dengan tokoh masyarakat dan pejabat kecamatan Rimbo Tengah, AKBP Wahyu Bram sangat berharap penciptaan lapangan pekerjaan merupakan sebuah sarana menciptakan infrastruktur kesibukan untuk mencegah dari perilaku menyimpang.

“Lapangan pekerjaan harus kita ciptakan agar masyarakat sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat dan jauh dari perilaku yang menyimpang. Tentu langkah seperti ini perlu dukungan pemangku kepentingan agar bis terealisasi dengan baik,” ungkap Wahyu Bram, Sabtu (7/01/2023).

Dijelaskan, bila jumlah pengangguran ini terus bertambah maka dikhawatirkan dapat memicu meningkatnya potensi kriminalitas. Pasalnya, dengan kesulitan dan impitan ekonomi justru akan memaksa orang menempuh jalan pintas, bahkan kriminal guna mendapatkan sesuap nasi.

“Faktor yang mempengaruhi banyaknya pengangguran melakukan tindakan kriminalitas yaitu karena tekanan ekonomi yang tinggi sehingga mereka yang tidak memiliki penghasilan memilih jalur pintas dengan melakukan tindakan kriminalitas,” ujar Bram.

Lebih jauh kata Bram, tindakan kriminal yang biasanya dilakukan, seperti kejahatan jalan, pencurian, narkoba dan kriminalitas lainnya. Ini diperburuk dengan kuranganya aktivitas yang positif maka lebih banyak melakukan tindakan yang menyimpang.

“Semakin ketatnya persaingan dalam kualitas sumber daya manusia, tantangan untuk dapat bertahan dan memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan alan semakin berat dirasakan para pemuda pengangguran,” kata dia.

Dengan demikian pemuda adalah individu yang terwarisi masa lalu dan terbebani masa depan. Oleh karena itu, semua pihak sudah sepatutnya memikirkan penciptaan lapangan pekerjaan bagi generasi kedepan. Bila sudah sibuk dalam bekerja maka tidak akan ada lagi perilaku yang menyimpang.

“Sebagai pejabat, kita seharusnya lebih merasa terbebani untuk memberikan yang terbaik ke masyarakat dan menciptakan keadaan yang baik bagi semua. Jadi kita harus benar-benar memikirkan bagaimana masyarakat kita memilki pekerjaan bukan sebaliknya kita hanya berpangku tangan,” tambahnya.

Seperti lewat pengelolaan BUMDes yang bisa menampung pekerjaan bagi warga di dusun. Dengan aktif bekerja maka warga akan kecil kemungkinan melakukan hal-hal yang negatif atau tindakan kriminalitas.

“Jadi lapangan pekerjaan adalah jalan yang harus dipecahkan bagi warga kita, karena semua masalah bisa diatasi bila ekonomi masyarakat terpenuhi. Saya yakin warga yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak juga tidak ingin hidup penuh dengan permasalahan,” pungkasnya. (zek)