Program GDM, Bukti Nyata Pemerataan Pembangunan Era Hamas-Apri

Dibaca: 173 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Program Gerakan Dusun Membangun (GDM) Bupati Bungo H Mashuri dan Wakil Bupati H Safrudin Dwi Aprianto (HAMAS-APRI) salah satu upaya untuk meratakan pembangunan.

Setiap dusun di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun Kabupaten Bungo mendapatkan dana Rp 250 juta dari program Bungo Maju dan Sejahtera (MASTER) tersebut.

Juru bicara HAMAS-APRI, Andas Toto menyebutkan, hanya era Bupati HAMAS-APRI yang menggelontorkan dana sebesar itu ke semua dusun di Kabupaten Bungo.

“Hanya era HAMAS-APRI yang memberikan dana sebesar itu ke dusun-dusun. Saya belum melihat Bupati sebelum HAMAS atau Calon Bupati yang lain,” kata Andas Toto.

Menurut Andas Toto, program unggulan Bungo Master tersebut adalah bukti yang bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

“Semua dusun dapat. Mereka bebas menentukan untuk membangun apa. Dan itu sudah dimulai dari 2016 sampai sekarang,” ulas Andas Toto.

Selain itu, secara umum sambung Andas Toto HAMAS-APRI sudah membangun banyak hal. Seperti di bidang infrastruktur ada tiga gedung di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) H Hanafie. Tiga gedung tiga lantai tersebut menggunakan dana APBN.

Kemudian, di Kecamatan kawasan kota ada pembangunan sejumlah taman.

“Lihat saja buktinya, Temponek, Taman Sri Sudewi, termasuk mempercantik kota dengan lampu jalan. Tanjung Gedang akan disulap seperti Ancol Jambi. Itu sudah dimulai,” kata Andas Toto.

Di Kecamatan Pelepat ada pembangunan Jembatan Rantau Keloyang. Lalu untuk mempermudah akses warga yang jauh dari Batu Kerbau, HAMAS-APRI membangun jalan utama antara Dusun Baru ke Batu Kerbau dengan Rabat Beton.

”Coba sama-sama kita lihat. Jembatan Rantau Keloyang dari Zaman Belando, sekarang oleh HAMAS-APRI sudah mulus,” ujarnya.

Di Kecamatan Aliran Batang Bungo sambung Andas Toto juga sama. Ada pelebaran Jalan Batang Bungo dari Sungai Pinang, Muko-Muko Bathin VII dan Rantau Pandan. Di Bathin III Ulu ada jalan cor beton ke Senamat Ulu, termasuk pengaspalan jalan menuju Karak Apung.

Kemudian di Pelepat Ilir ada Rumah Sakit Pembantu dua Lantai. Ada pula jalan dua jalur pasar SPA. Termasuk pembangunan jalan di Padang Pelangeh.

Di Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas ada jalan penghubung dari Tanah Sepenggal Lintas ke Tanah Sepenggal. Di Kecamatan Jujuhan ada Pembangunan Rumah Sakit (RS) penyanggah. Termasuk ada pelebaran jalan ke Jujuhan Ilir.

Di Limbur Lubuk Mengkuang ada pembangunan Puskesmas. “Jadi kalau ada yang ngomong tidak merata saya pikir tidak beralasan. Kita bicara data saja,” ujar Andes Totok.

Itu katanya baru sebagian dari banyak pembangunan di bidang infrastruktur. “Belum lagi kita bicara apa yang dilakukan di bidang-bidang yang lain,” pungkasnya. (adv/jul)

ADVERTISEMENT