Bejat, Ketua RT Ini Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 5 SD

Dibaca: 1.335 kali
Pelalu Saat Diamankan Polisi

SIDAK, SAROLANGUN – Entah apa yang merasuki MA (38), warga Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, hingga ia tega menyetubuhi TN (19) yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri. MA diketahui saat ini menjabat sebagai Ketua RT. 06 Desa Bernai.

Dari pengakuan TN, ayah kandungnya  tega melakukan perbuatan tersebut saat ia masih duduk di Kelas lima Sekolah Dasar. Dan dibawah ancaman senjata tajam, TN harus melayani nafsu bejat ayahnya berulang kali hingga berakhir di bulan April kemarin.

Kapolres Sarolangun, AKBP. Sugeng Wahyudiyono melalui Kasat Reskrim, AKP. Bagus Faria mengatakan, kasus ini terungkap pada Jum’at (02/10/2020) lalu, setelah MH (Adik Ibu Korban) merasa tak senang lalu membawa TN melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sarolangun guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Korban sudah lulus SMA, dan dari keterangan korban, ia di garap ayahnya sejak kelas lima SD. Dan terakhir kali di bulan April kemarin. Korban diancam akan dibunuh kalau tidak menuruti, tapi akhirnya terungkap juga. Adik ibu korban membuat laporan, dan pelaku ditangkap warga dan diserahkan ke Polres kemarin malam,” ungkap Kasat Reskrim.

Sementara itu, kronologis penangkapan pelaku berawal Pada hari Minggu (04/10/20) sekira pukul 23.00 WIB, masyarakat Desa Bernai membawa Pelaku datang ke Polres Sarolangun ke Unit PPA Sat Reskrim untuk melaporkan dugaan tindak pidana Pencabulan dan Persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap Korban. Pelaku diamankan di Polres Sarolangun untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

Pelaku dijerat dengan pasal Pasal 81 ayat (1),(3) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat (1),(2) Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 milyar rupiah.

“Untuk pelaku kita kenakan undang-undang tentang perlindungan anak, ancaman penjara maksimal 15 tahun dan dendanya paling banyak 15 Milyar,” tandasnya. (Rd)

ADVERTISEMENT