Korupsi DD Mantan Rio, Kaur dan Pelaksana Kegiatan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dibaca: 892 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Bungo, menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Dusun Peninjau, Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo, Jambi.

Ketiga tersangka yang ditetapkan Kejari Bungo yakni, mantan Rio (kades-red), S (54), Kaur Keuanngan Z (58) dan Pelaksana kegiatan F (42).

Penetapan tersangka tersebut setelah penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Bungo memeriksa sejumlah saksi-saksi dan berdasarkan hasil laporan audit BPKP perwakilan Provinsi Jambi. Hasil audit kerugian negara mencapai Rp 354. 034. 315,55.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Bungo, Galuh Bastoro Aji saat dikonfirmasi membenarkannya adanya penetapan  tersangka tersebut, katanya ketiganya ditetapkan sejak 21 oktober 2020 yang lalu.

“Ketiganya terlibat kasus dugaan korupsi kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan usaha tani pada tahun anggaran 2019 yang bersumber dari dana desa,” kata Galuh, Kamis (5/11).

Sebut Galuh, salah seorang tersangka telah menitipkan uang atas kerugian negara dengan Penitipan uang ini diserahkan oleh tersangka Z bersama penasehat hukumnya Alsasradi asing. Uang yang diserahkan sebesar 90 juta. Penyerahan ini dilakukan, Kamis (5/11).

“Hari ini kami penyidik Tindak Pidana khusus Kejari Bungo telah menerima uang titipan dari tersangka sebesar Rp 90 juta untuk mengganti kerugian negara. Ini nantinya menjadi bukti, kerena pihak tersangka telah berinisitif untuk menitipkan uang tersbut,” kata Galuh.

Dikatakan, dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Dusun Peninjau, Kecamatan Bathin II Pelayang mencuat setelah diketahui kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan usaha tani senilai Rp519.717.000 tidak dikerjakan sampai selesai. Namun kegiatan pekerjaan itu dicairkan 100 % (seratus persen).

Pekerjaan pembukaan dan pengerasan jalan usaha tani di Dusun Peninjau direncanakan dilaksanakan dan pertanggungjawaban keuangannya secara swakelola.

Namun faktanya dilaksankaan secara borong. Selain itu berdasarkan RAB dengan volume pengerjaan sepanjang 2.670 meter dan lebar 6 meter tidak sesuai dengan volume rencana.

“Atas perbuatan ketiga tersangka dijerat dengan primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” cetusnya. (cr3)

ADVERTISEMENT