Dampak dari Kenaikan Harga BBM, 6.000 Nelayan di Jambi Akan Diberi Bantuan

Plh. Asisten Perekonomian dan pembangunan setda Provinsi Jambi, Johansyah. Rabu (5/10). Foto : sidakpost.id/Ratna Sari. Biro Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Dampak kenaikan harga Bahan Bakar minyak (BBM), Pemerintah Provinsi Jambi akan berikan bantuan Subsidi BBM kepada nelayan di dua Kabupaten, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Melalui Plh. Asisten Perekonomian dan pembangunan setda Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan, bantuan Subsidi ini bukan berupa BBM, tapi berbentuk bantuan sosial berupa uang.

Baca JugaBBM Naik Pengojek Mengeluh dan Tak Pernah Terima BLT

“Jadi mereka dapat 10 liter per dua hari, selama 46 hari, Namun kita polanya bansos, beri bantuan uang melalui kantor pos,”ucapnya.

Berdasarkan perhitungan, bantuan yang diberikan tersebut berkisar Rp 700 ribuan untuk satu nelayan.

Karena bantuan yang diberikan merupakan selisih harganya, jika sebelum naik Solar harga Rp 5.150 dan kini Rp 6.800, maka selisih nya Rp 1.650, maka bantuan yang diberikan ialah Rp 1.650 dikali 10 liter selama 46 hari.

Baca Juga :  Pasca Kenaikan BBM, Serka Syaipul Cek Pasar Kalangan Pantau Harga Sembako

Dengan anggaran sebesar Rp. 4 miliar, rencananya bantuan ini akan dibagikan kepada 6000 nelayan dengan data yang ada.

Jelas, Johansyah sementara saat ini sedang dalam proses mempersiapkan aturan, baik dari SK Gubernur, tim yang melaksanakan, Juknis dan SK penerima dari Kabupaten.

Baca Juga :  AKBP Fitria Mega Cek SPBU di Tebo Tengah, Pasca Kenaikan Harga BBM

“Untuk nelayan sudah kita lakukan rapat, kita verifikasi kita minta Tanjabbar dan Tanjabtim untuk memberikan data berdasarkan SK Bupati,” tambahnya.

Bantuan ini, akan di salurkan pada awal November dan Desember mendatang. Dan akan dilakukan selama dua tahap.

“Kita berharap prosesnya cepat sehingga akhir Oktober ini kita proses SK dan verifikasi, jika tim bisa bekerja cepat penyalurannya juga lebih cepat bisa saja akhir Oktober ini, Karena kita menunggu proses verifikasi dari kabupaten,” tutupnya. (rsa)