Kasus Pengeroyokan Terhadap HS, Oleh Delapan Remaja Berujung Damai

Dibaca: 142 kali
Tampak Pihak Kepolisian Polres Tanjab Barat Sedang Melakukan Mediasi Perdamaian Peristiwa Pengeroyokan. Foto : Sidakpost.id/Satria

SIDAKPOST.ID, TANJABBAR  – Beredarnya video viral di media sosial baru-baru ini terkait kasus pengeroyokan oleh sekelompok remaja terhadap korban HS (19) akhirnya ditangani Satreskrim Polres Tanjung Jabung Barat.

Sekitar 8 remaja yang terlibat aksi pemukulan terhadap korban berhasil digelandang ke Mapolres Tanjab Barat pada Selasa (3/5/22) sekitar pukul 1 malam. Para pelaku berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Tanjab Barat di kediamannya masing-masing.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Muharman Arta, mengatakan peristiwa pengeroyokan sempat viral tersebut terjadi pada Selasa (3/5/22) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Pasar perit 1 Kelurahan tungkal IV Kota.

Kata Muharman Arta pengeroyokan oleh sekelompok remaja terhadap korban HS alias Hendra Saputra bersama dua rekannya bermula saat itu korban sedang melintas di TKP mengendarai sepeda motor.

“Saat melintas itu di tembakan dengan menggunakan senjata mainan berpeluru karet oleh rombongan para pelaku, korban berhenti dan mempertanyakan kenapa ditembaki, tetapi ditangkap oleh para pelaku dengan pengeroyokan dengan cara memukuli korban,” kata Kapolres.

Sekelompok remaja memukuli korban menggunakan sebatang tongkat kayu hitam dan sebagian lagi memukul dengan tangan kosong ke arah kepala dan badan korban, yang menyebabkan bengkak lebam-lebam dan luka lecet pada bagian punggung dan kepala korban

“Para pelaku melarikan diri dari TKP setelah diusir oleh warga sekitar TKP,” beber Kapolres.

Atas kejadian ini korban menderita benjol di kepala, luka memar di punggung, lecet di lengan kiri dan jari telunjuk kanan serta luka bakar di kaki kanan (terkena knalpot).

“Namun korban HS tidak mau berobat di rumah sakit dan memilih pengobatan rumah di parit 4 lorong kepiting RT 04, kampung nelayan,” sambung kapolres

Sebut Kapolres kasus ini telah dimediasi dan damai. Kesepakatan damai dilakukan atas pembicaraan antara pelaku dan korban di Mapolres Tanjab Barat dan dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh pelaku, korban dan saksi dari kedua belah pihak serta keluarga.

Setelah mediasi, para  pelaku menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

“korban juga telah menyatakan tidak akan melakukan aksi balasan serta maupun melaporkan ke Polres Tanjab Barat dengan alasan tidak mengalami luka serius,” tandas Kapolres. (sat)

ADVERTISEMENT