Peduli Pemberantasan Sarang Nyamuk, Babinsa Koramil 09/TP, Hadiri Launching Gebrak PSN

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Memasuki bulan Februari, biasanya curah hujan dalam kondisi masih tinggi. Hal ini menjadikan perhatian khusus akan ancaman lonjakan angka kejadian Demam Berdarah (DB).

Musim penghujan menjadikan banyak munculnya genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Aides aegypti dan Aides albopictus.

“Penyakit Demam Berdarah atau DBD sering disalahartikan dengan gejala penyakit lainnya yang juga ditandai dengan demam. Sebab ada beberapa gejalanya yang serupa dengan beberapa penyakit lain, seperti flu atau infeksi virus ataupun bakteri,”katanya.

Baca Juga :  Ekomomi Lesu Ditengah Pandemi, Sertu Tugiyanto Beri Semangat Petani

Dikatakan, bila tidak segera mendapatkan pengobatan dan perawatan dengan segera, Demam Berdarah dapat berakibat fatal.

“Peduli terhadap munculnya DBD yang ada di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Peltu Edi Candra menghadiri dan mengikuti kegiatan gerakan bersama,”ujarnya.

Baca Juga :  Babinsa Salhutni Koramil 416-07, Ajak Warga Waspadai Kebakaran Rumah

Pemberantasan sarang Nyamuk (Gebrak PSN) yang diselenggarakan di lapangan volly RT. 34 Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Alam Barajo kota Jambi yang diinisiasi oleh PKM/Puskesmas Kenali Besar dan dibuka langsung oleh Camat Alam Barajo, Iper Riyansuni, Sabtu (05/02/2022).

Menurut Candra, panggilan akrabnya Peltu Edi Candra bahwa upaya pertama yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nyamuk penyebab DBD adalah dengan mengendalikan lingkungan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Jelang HUT RI KE 77, Babinsa Tugiyanto Bersama Warga Bersihkan Tugu NKRI

Program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) yang sudah kita kenal, menjadi salah satu cara mengendalikan perkembangbiakan nyamuk secara lingkungan.

“Program gerakan 3M seringkali diabaikan oleh masyarakat, sehingga perkembangbiakan nyamuk nyaris tidak dapat terkendali. Kesadaran akan timbul manakala ada kasus pasien di lingkungan yang menderita DBD,” tutur Candra.