Diduga Ada Proyek Bermasalah, Ormas Garuda dan Gempur Demo Kantor PU Bungo

Dibaca: 760 kali
Ketua Ormas Gempur Saat Berorasi di Depan Kantor Dinas PU Muara Bungo.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Diduga ketidak beresan proyek dari Dinas PU Kabupaten Bungo, terkait pengerjaan median jalan sepanjang 1,5 KM, dengan anggaran Rp 1,8 Milyar, membuat gerah Ormas di Bungo.

Seperti dikatakan oleh Ketua Ormas Garuda Kabupaten Bungo, Fahlevi pihaknya sengaja melakukan aksi didepan kantor Dinas PU, agar bisa bertatap muka secara langsung dengan pak Kadis.

Namun, hingga aksi selesai orang nomor satu di Dinas PU tersebut tak kunjung keluar dari sarangnya. Padahal kata Levi, pihaknya hanya ingin minta kejelasan dari pak Kadis, terkait Proyek median jalan yang dianggap ada ketidak beresan pengerjaannya.

“Ada apa dibalik ini semua, karena menurut kami, pengerjaan proyek median jalan tersebut sudah menyalahi aturan. Itu kan jalan nasional kok dananya dibebankan kepada APBD Bungo, apa tidak mengalir lagi dana dari pusat, atau sebaliknya sudah mengalir ke kantong plastik, ” tegas Levi sapaan akrabnya, Senin (5/02/2018).

Tak hanya levi, hal senada juga disampaikan oleh Danil Ketua Ormas Gempur Kabupaten Bungo, dia menilai pengerjaan proyek median jalan ini sudah ada indikasi permainan.

Kerena selama proyek berjalan tidak kelihatan papan proyeknya. Kalau kadis tidak bisa bekerja lebih baik mundur saja. Atau kami minta kepada Bupati copot saja Kadis PU tersebut.

“Papan proyek tidak ada, gimana masyarakat bisa tahu ada apa sebenarnya. Belum lagi permasalan proyek drainase yang diduga sudah ada permainan dan hasil pengerjaannya sangat jauh dari harapan, ” ucap Danil.

Menurut Danil, bersama peserta aksi lain, akan terus melakukan aksi sampai tuntutan dan kejelasan dari apa yang di perjuangkan ini, bisa terjawab. Kami hanya ingin pihak dinas PU itu, untuk menjawab semua permasalahan yang disampaikan.

“Kalau memang pihak dinas PU, tidak mau memberi keterangan secara jelas maka, kami minta kepada aparat penegak hukum tolong usut tuntas dugaan penyelewengan anggaran proyek yang merugikan negara, “tegas Danil.

Diakhir aksi, Danil ketua Ormas Gempur mebuka kedua sepatunya dilempar ke kantor Dinas PU. Hal itu dilakukan karena mereka kecewa tidak mendapat jawaban yang begitu memuaskan. (zek)

DIRGAHAYU INDONESIA








































ADVERTISEMENT












ADVERTISEMENT

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*