Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Jambi, Ivan Wirata Sapa Masyarakat di Desa Muhajirin

Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Jambi, Ivan Wirata Reses Desa Muhajirin. Jum'at (4/11). Foto : sidakpost.id/Ratna. Biro Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, selaku wakil ketua komisi 3 Dapil Batang Hari dari Fraksi Golkar Ivan Wirata menyapa masyarakat di Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Jum’at (04/11/2022).

Turun kelapangan Anggota DPRD Jambi ini Ivan Wirata di dampingi ketua BPD Desa Muhajirin M. Yusuf. Dan anggota partai Golkar lainya.

Melalui kegiatan reses, Ivan Wirata bangun hubungan silaturahmi dalam rangka menampung dan menerima aspirasi dari masyarakat, serta berikan edukasi kepada masyarakat bagimana ciri-ciri memilih pemimpin yang tepat dan amanah.

” Jangan pilih pemimpin yang hanya banyak uang saja, tapi pilihlah pemimpin yang amanah,” ucapnya.

Pemimpin yang baik, ialah mereka yang bisa mensejahterakan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun dari segi pagan.

Beberapa masyarakat Sampaikan keluhan yang mereka rasakan kepada Anggota DPRD Jambi ini, pertama mereka keluhkan harga karet yang masih murah di desa mereka, yang sekarang capai harga Rp. 6.000 sampai Rp. 6.500 perkilogram.

Kedua, pasca covid, naiknya harga bahan pokok juga menjadi keluhkan utama saat ini di kalangan masyarakat Desa Muhajirin. Dan ketiga keluhan datang dari anggota BPD Desa Muhajirin yang mengeluhkan ambulans dan lampu jalan.

” Sekarang lampu jalan yang ada di sepanjang jalan Desa Muhajirin banyak yang tidak berfungsi atau mati dan juga kalau bisa kami meminta ambulans,” ucap Haryanto.

Ivan Wirata tampung semua aspirasi dan keluhan dari masyarakat dengan mengatakan.

” Menjawab permasalahan pertama, kawasan industri atau hilirisasi karet yang berada di luar kabupaten Muaro Jambi, sehingga menjadi penyebab utama harga karet ini menurun tidak hanya di Desa Muhajirin saja, namun juga desa yang lainya, tambahnya.

Ivan Wirata, berikan saran kepada masyarakat selain menanam sawit masyarakat juga harus tanam sayur, sehingga pendapatan bisa berimbang dengan pengeluaran.

” Terkait permasalahan lampu jalan, saya minta kades membuat surat sebanyak mungkin dan di lengkapi dengan proposal,” tutupnya. (rsa)