Kunjungi Kampung Pancasila di Tebo, Ini Pesan Danrem 042/Garuda Putih 

Brigjen TNI Supriono menyempatkan diri mengikuti Vicon Kampung Pancasila se-Kodam II/Swj dan meninjau hasil-hasil UMKM masyarakat Kampung Pancasila, memberikan bantuan sosial, benih cabai dan pupuk serta melaksanakan penanaman bibit cabai di lahan warga. Jum'at (4/11). Sidakpost id/zakaria

SIDAKPOST.ID, TEBO –  Danrem 042/Gapu usai panen cabai di Desa Sidorejo bertolak ke lokasi Kampung Pancasila di Desa Suka Damai, Kecamatan Rimbo Ulu, kabupaten Tebo, provinsi Jambi.

Peninjauan kampung pancasila dilakukan di wilayah Koramil 416-07/Rimbo Bujang, Kodim 0416/Bungo Tebo. Danrem Brigjen TNI Supriono didampingi, Kasi Ren Korem 042/Gapu, Kasi Ops Kasrem 042/Gapu, Dandim 0416/Bute, Camat, Danramil dan Kapolsek.

Brigjen Supriono mengatakan, Kampung Pancasila adalah merupakan julukan untuk desa yang dijadikan sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila, dan sebagai contoh dalam penerapan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

” Dipilihnya Desa Suka Damai ini, karena desa ini sangat majemuk, berpenduduk dengan berbagai suku dan agama, namun kehidupannya sangat harmonis dan nampak sekali di desa ini penerapan nilai-nilai Pancasila sangat baik,” ucap Danrem.

Supriono menyempatkan diri mengikuti Vicon Kampung Pancasila se-Kodam II/Swj sekaligus meninjau hasil-hasil UMKM masyarakat di Kampung Pancasila, dan memberikan bantuan sosial, benih cabai, pupuk serta melaksanakan penanaman bibit cabai di lahan warga.

Kata dia, Ini merupakan langkah nyata kerjasama TNI – Polri dengan seluruh Komponen masyarakat dalam upaya untuk membantu kesulitan rakyat yang ada di wilayah.

“Hari ini kita menanam cabai dengan harapan panen cabai dapat mencukupi stok kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah dan kita mengharap harga tidak melambung tinggi,” imbuhnya.

Danrem juga berharap seluruh jajaran dan masyarakat untuk semangat kembangkan terus langkah – langkah nyata yang dapat membantu kesulitan rakyat. Mungkin tidak hanya cabe, bisa saja bawang.

” Bisa juga tanaman pangan lainnya seperti jagung, kedelai dan komoditas lainnya yang dibutuhkan masyarakat, sehingga kita tidak bergantung dengan daerah-daerah produksi dan bisa mandiri,” tandasnya. (zek)