Seekor Kera Mengamuk, Pasutri Jadi Korban Hingga Dirawat di Rumah Sakit

Dibaca: 112 kali
kera liar foto : istimewa

SIDAKPOST.ID, DEPOK – Seekor kera besar atau beruk dengan taring tajam terlepas dari kandangnya, mengamuk, dan menyerang dua orang.

Korban adalah suami-istri yang sedang mengendarai motor, di Kompleks Perumahan Belacassa Blok Edelweis 5, RT 02,RW 023, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (4/11), pukul 08.00 WIB.

“Kedua korban mengalami luka gigitan. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, bahkan sang istri mengalami luka dan mendapat perawatan 14 jahitan,” kata Perwira Pelaksana, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, Merdi Setiawan, di lokasi kejadian, Senin (4/11).

Merdi mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga bahwa ada beruk lepas dan mengamuk. Dibantu Tim Animal Defender langsung mendatangi lokasi. Selanjutnya, tim melakukan evakuasi satwa liar itu dengan cara menembakkan bius.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kebun Binatang Ragunan untuk menyerahkan dan mengurus hewan tersebut, namun keterbatasan tempat akhirnya beruk itu tidak diterima. Solusinya tetap di kandang, tapi ditambah dengan teralis yang kuat. Kami juga akan bantu melakukan suntik vaksin,” ujar Merdi.

Menurut Merdi, berdasarkan keterangan warga, hewan liar tersebut kabur dengan merusak kandang yang sudah rapuh. Beruk tersebut awalnya milik salah satu warga sekitar yang dilepas sekitar lima tahun yang lalu.

“Karena takut menyerang akhirnya warga menangkap dan memasukkan binatang primata tersebut ke kandang besi. Namun, seiring berjalannya waktu beruk tersebut semakin besar hingga terlepas setelah merusak kandang besi,” jelasnya.

Lanjut Merdi, beruk berlari menyerang pasangan suami-istri yang tengah lewat di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan motor.

“Jadi, beruk menggelayut dari arah belakang, dan mengigit punggung korban wanita hamil itu. Suaminya, yang mengemudikan kehilangan arah menabrak tembok,” terang Merdin

Setelah itu, beruk bernama ilmiah Macaca Nemestrina tersebut lari dan warga memburunya. Tetapi warga tidak berani menangkap karena melihat perawakan beruk yang cukup besar dan taringnya yang cukup tajam.

“Saat ini beruk sudah dimasukkan ke kandang besi yang lebih kuat. Kami akan terus berkordinasi dengan pihak Kebun Binatang Ragunan untuk dapat tempat dan lebih baik dipelihara di sana. Kami akan terus mengawasi keberadaan beruk tersebut,” pungkas Merdi. (jnn/red)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT