Tomas Tebo Sojariyo : Pemkab Perlu Membuat Pilot Pertanian & Peternakan

Tokoh masyarakat Tebo Sujariyo, saat dibincangi awak media sidakpost.id di Kedai Kopi & Resto, Telkom Wirotho Agung Rimbo Bujang. Foto : sidakpost/Amir Said

SIDAKPOST.ID, TEBO – Pasca Covid-19 perekonomian harus bangkit di wilayah Kabupaten Tebo, yang selama ini bidang usaha di semua lini sempat mengalami kelesuan yang muaranya ekonomi masyarakat mengalami kembang kempis.

Menyikapi hal ini, Tokoh masyarakat (Tomas) Tebo Sujariyo yang merupakan pensiunan Lurah Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang saat dibincangi sidakpost.id menuturkan, Pasca Covid-19 perekonomian di Tebo harus bangkit ditata kembali menuju yang lebih baik.

Baca Juga :  Kunjungi Pembibitan Gurami, Babinsa Agus Motivasi Budidaya Ikan Kolam

” Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo menggairahkan dan mensuport kemajuan perekonomian masyarakat di semua sektor, yang selama ini petani Tebo hanya ternina bobokkan oleh komoditas Karet maupun Sawit saja,” Kata Tokoh masyarakat Tebo Sujariyo.

Lanjut Sujariyo yang masa lalu sempat menyandang predikat Lurah terbaik tingkat nasional tahun 2013, Pemuda Pelopor Keperasi tingkat nasional tahun 1993 dan Pemuda Terbaik Karang Taruna tingkat nasional tahun 1980, dengan predikat tersebut Sujariyo dipanggil ke Istana Negara Jakarta.

“Pemkab Tebo harus memperkuat kembali Pilot atau Demplot Pertanian dan Peternakan, selain untuk percontohan juga untuk menggairahkan kembali masyarakat usaha dibidang Pertanian selain Perkebunan Sawit dan Karet, juga masyarakat bergairah usaha dibidang peternakan, ” ujar Sujariyo.

Masih menurut Sujariyo, Pilot Pertanian baik tanaman pangan maupun palawija dan sayuran diperkuat lagi, begitu juga Pilot Peternakan Kambing maupun Sapi harus diperkuat lagi oleh Pemkab Tebo.

Baca JugaJumat Bersih, Babinsa Misnadi Goro di Pasar Rebo Sumber Agung

Diharapkan Petani atau masyarakat tidak terfokus hanya kepada kebun karet dan sawit saja, melainkan bisa membuat usaha terobosan sambilan seperti memanfaatkan lahan kosong ditanami palawija dan sayuran. begitu juga beternak Kambing atau Sapi.

“Bayangkan saja untuk mencukupi kebutuhan konsumen daging Sapi dan Kambing du Tebo, pada garis besarnya masih didatangkan dari luar Provinsi Jambi,” pungkas Sujariyo. (asa)