Pemilik Murai Batu, Cucak Hijau, dan Ikan Belido Terancam Pidana

Dibaca: 7.155 kali
fhoto ilustrasi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LH & Hut) mengeluarkan peraturan terbaru. Permen Nomor P 2/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/6/2018 ini menjelaskan tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang di Lindungi.

Dalam Permen terbaru ini terdapat beberapa jenis binatang yang baru dinyatakan dilindungi. Salah satunya burung kucica hutan atau yang biasa disebut murai batu dan cicak hijau. Padahal, jenis burung ini sangat banyak dipelihara oleh masyarakat.

Ketua pecinta burung Rajawali Indonesia, Rizal mengatakan dengan terbit Permen terbaru ini pecinta burung menjadi kesulitan. Pasalnya, seseorang yang memelihara burung jenis murai batu dan cucak hijau wajib memiliki izin.

“Burung jenis murai batu dan cicak hijau ini banyak dipelihara serta diperlombakan. Artinya, mereka harus mengurus izin. Jika tidak maka akan berujung penjara, sementara sosialisasi aturanya belum ada ,” ucap Rizal, Selasa (4/09/2018)

Rizal mengatakan seharusnya jenis burung yang dilindungi ini sudah diambang kepunahan. Sementara jenis burung murai batu dan cucak hijau ini jenis burung populasinya yang masih sangat banyak dan tidak diambang kepunahan.

“Saya heran alasan pemerintah itu apa. Padahal penagkarannya sangat banyak di Indonesia. Jadi jenis burung ini jelas tidak diambang kepunahan. Bahkan bapak presiden Jokowi saja memelihara burung murai batu ini ,” sebutnya.

Rizal menjelaskan jika tidak memilik izin maka pemilik burung ini bisa saja dipidana. Hal ini sudah diatur dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU No 5 Tahun 1990 ttg KSDAH&E).

“Dalam pasal ini disebutkan setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati diancam pidana penjara paling lama 5 Tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” sebut pria yang berprofesi sebagai Hakim di Pengadilan Negri Bungo ini.

Rizal menambahkan, selain dua jenis burung ini juga ada ikan belido sumatra yang dinyatakan dilindungi. Padahal, jenis ikan ini masih sangat banyak di sungai dalam wilayah Jambi.

“Ikan belido ini masih sangat banyak di wilayah kita. Bahkan ikan ini salah satu jenis ikan konsumsi bangi masyarakat kita. Jadi Permenhut terbaru ini jadi tanda tanya besar bagi kita,” sebutnya.

Rizal juga menghimbau semua masyarakat yang memelihara atau memiliki tiga jenis hewan tersebut agar segera mengurus izinnya ke Balai Konserfasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar tidak beruurusan dengan hukum.

“Mulai sekarang saya menghimbau seruh masyarakat terutama pecinta burung agar segera mengurus izin. Begitu juga dengan yang hoby memancing ikan. Jika dapat ikan belido hendaknya dilepaskan saja agar tidak beruurusan dengan hukum ,” tutupnya.(zek)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*