Menggali Segudang Potensi Desa Yang Masih Terpendam

Dibaca: 360 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Saat ini perkebunan karet diwilayah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo – Jambi mayoritas adalah perkebunan yang tidak produktif, karena tanaman karet yang ada bukanlah yang di replanting melainkan tanaman yang tumbuh sendiri tanpa ada perawatan secara khusus.

Kebun yang ada rata – rata memiliki kualitas produksi yang rendah sehingga dengan luasan 1 hektar yang seharusnya bila disadap dalam satu bulan masih dapat menghasilkan 360 kg, namun kenyataannya saat ini hanya mampu berproduksi sekitar 200 kg per hektar.

Petani karet saat ini bila tidak di edukasi dengan baik dan benar, maka akan menjadi bom peningkatan kemiskinan yang menggurita. Ada beberapa cara untuk meningkatkan taraf hidup petani di daerah pedesaan yang cocok seperti diwilayah Rimbo Bujang dan lainnya.

Tanah pekarangan yang rata – rata masih luas disekitar rumah masih dapat dimanfaatkan secara produktif, penulis selama 3 tahun telah bergelut dibidang pemberdayaan pertanian scara mandiri dengan membuat sebuah Organisasi Kelompok Tani yang dibina secara profesional mampu membuat masyarakat tergugah untuk kembali memanfaatkan pekarangan sekitar rumah dengan tanaman sayuran yg memiliki nilai ekonomi tinggi.

Salah satu pemuda anggota Kelompok Tani Mas Amri sapaannya dan profesi sebelumnya adalh sopir truk antar Provnsi, dengan minat kesungguhan belajar saat ini menjadi petani Horti Sayuran Pare atau Paria yang sukses. Hanya memanfaatkan pekarangan ukuran 20 x 25 m dapat menghasilkan income tambahan rumah tangga Rp 6 juta – Rp 7 juta dalam waktu satu priode penanaman Pare.

Kesempatan ini juga bisa dilakukan oleh semua warga Rimbo Bujang dan lainnya aoabila dibina secara intensif dan berkelanjuatan, potensi desa saat ini cukup besar bahkan saat ini desa dapat memberikan anggaran dana desa yang di peruntukkan pemberdayaan masyarakat hingga 70 % dari maksimal ADD.

Konsep pemberdayaan yang cocok dapat di bagi antar dusun dengan memberikan edukasi setiap wilayah dusun masing-masing , misalnya dusun A di berikan pemberdayaan ternak Kambing, dusun B diberikan pemberdayaan Ayam petelur, dusun C diberikan pemberdayaan produksi pengolahan pupuk Kohe /kotoran hewan secara profesinal dan dusun D diberikan pemberdayaan Tanaman Horti Sayuran.

Masing – masing potensi dusun tersebut nantinya akan saling membutuhkan seperti dusun yang melakukan tanaman Horti maka akan membutuhkan pupuk kandang yg telah di olah, sementara dusun yang memiliki potensi usaha pengolahan pupuk kandang juga membutuhkan bahan baku yang cukup banyak.

Sedangkan para peternak ayam dam kambing dapat memiliki aset produktif yang dapat dijual setiap saat, konsep ini penulis sebut sebagai pemberdayaan secara berkesinambungan.
Dalam menjalankan program ini tentunya tidak bisa hanya di percayakan kepada penerima program, harus di buat sekema secara profesinal dan akuntable. Diperlukan team SDM yang ahli dari masyarakt yang dipilih desa guna membuat desain pemberdayaan secara berkesinambungan.

Team ini nantinyan akan mengkoordinir seluruh usaha masyakat untuk berjalan sesuai program yang telah di berikan, kemudian memberikan edukasi yg baik dan benar agar usaha dapat lebih baik. Bila program ini dapat di lakukan dengan baik dan benar maka dalam kurun waktu tidak lama, maka taraf hidup masyarakat dapat meningkat dan kemandirian pangan dapat di ciptakan di lingkungan desa. (*)

PENULIS : Kukuh Purwono,S.Pd.I , Pembina Poktan Berkah Karya Tani Desa Sapta Mulya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT