Merasa Dikibuli Oleh Oknum Anggota DPRD Bungo Aswan Lapor ke Polisi

Dibaca: 635 kali
Aswan Bersama Kuasa Hukumnnya.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Warga Renah Jelemu, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo Jambi, menuntut keadilan karena dirinya merasa sudah ditipu oleh sang juragan kebun, salah satu Oknum Anggota DPRD Bungo, inisial HDN, Selasa (1/5/2018) kemarin.

Berdasarkan laporan Polisi, Nomor : LP/154/V/Res/Res 111/2018/SPKT/Res Bungo Tanggal 1 Mei 2018, secara resmi HDN sudah dilapor oleh Aswan (60). Hal itu, disebabkan karena Aswan merasa bahwa dirinya dan istrinya sudah di tipu oleh oknum anggota DPRD Bungo.

“Betul kami buat laporan kepolisian karena kami sudah berkali – kali meminta penyelesaian tetapi tidak ditanggapi oleh HDN, berjanji – janji saja” tutur Aswan.

Kejadiannya bermula sekitar 13 tahun yang lalu ketika Aswan ditawari oleh HDN, untuk membuat kebun karet seluas 8 Hektar pada tanah miliknya, dengan perjanjian awal setelah menjadi kebun Aswan akan diberikan bagian sebesar 2 Hektar.

Sedangkan untuk biaya pembuatan kebun dan biaya hidupnya, yang di baiyai oleh HDN, sebesar Rp. 300.000 per bulan hanya selama 3 tahun pertama. Sedangkan untuk biaya tahun berjalan pihaknya mengaku dari uang sendiri.

“Tiga tahun pertama kami di bayari tetapi untuk membuat kebun tersebut butuh waktu 8 tahun, dan biaya selama 5 tahun sisanya kami cari sendiri,” beber Aswan.

Tak samapai disitu, setelah 8 tahun dan tanah seluas 12 Hektar tersebut sudah menjadi kebun karet yang siap deres. Namun, HDN belum juga memberikan 2 Hektar, Hak miliknya sesuai perjanjian awal.

Seiring berjalannya waktu, dia terus memohon meminta hak nya, namun HDN hanya memberikan tanah kosong seluas 1 Hektar kepada keluarga Aswan lengkap dengan surat hibahnya.

“Kami hanya diberikan tanah kosong 1 Hektar , tapi tetap kami terima dengan lapang dada meskipun tidak sesuai perjanjian awal,” ujarnya.

Lanjut Aswan, hamparan tanah kosong yang sudah di hibahkan itu, dijual oleh HN, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepadanya. Tak sampai disitu, dia meminta agar HDN, menganti uang sebesar Rp. 40 juta sebagai penganti tanah hibah yang HDN. Dan rencanya akan dibayar pada tanggal 30 April 2018.

“Sesuai janji yang disepakati oleh HDN, dia akan membaya uang ganti rugi tanah yang sudah dia jual kepada kami. Namun dia hanya membayar sebesar Rp. 25 juta. Sedangkan sisanya nyusul, merasa dibohongi, uang itu tidak kami terima dan langsung kami bual laporan Polisi, “sebut Aswan.

Berangkat dari keinginan ingin membela rakyat kecil yang terzolimi Pengacara Indra, SH. tersentuh untuk menjadi kuasa hukum Aswan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.

“Disini kita tidak meminta bayaran dan juga tidak ada unsur politik sedikitpun, disini kita murni akan memberikan pembelaan hukum kepada bapak Aswan,” tutur Indra, Jumat (4/5/2018).

Sementara itu, HDN, Oknum DPRD Bungo saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya pribadinya bernada tidak akitif, hingga berita ini diterbitkan. (zek)

DIRGAHAYU INDONESIA






































ADVERTISEMENT












ADVERTISEMENT

1 Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*