Setelah Tapal Batas Bungo – Tebo, Hari Ini Tapal Batas Bungo – Dharamasraya Disepakati

Dibaca: 157 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Hari ini kembali dilakukan penandatangani kesepakatan Batas antara Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Hotel Best Wertern Plus Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021).

Penandatanganan dilakukan antara Wakil Bupati H. Safrudin Dwi Aprianto, S.Pd dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya. Disaksikan kepala Biro Pemerintahan Provinsi, Sekretaris Daerah Bungo Drs. Mursidi, MM, Asisten Tata Pemerintahan Zulpadli, SE, Plt. Kadis Kominfosandi Bungo Zainadi, S.Pd, MM,

Kabag Pemerintahan Setda Bungo Haspadillah, S.Ag, MM, Kabid Sapras Bappeda Bungo Sastra, serta Kepala Bagian Administrasi Batas Wilayah Provinsi Darmawan, dan undangan lainnya.

Plt Kadis Kominfosandi Bungo, Zainadi yang ikut serta dalam rapat tersebut, menuturkan dalam penyelesaian tapal batas ini sempat terjadi adu argumen dari masing-masing pihak tentang titik tapal batas.

Tapi pihak kabupaten Bungo memiliki data dan fakta yang otentik, dan hasil rapat sebelumnya tepatnya pada tanggal 15 Nopember 2019 di kantor Gubernur Jambi yang juga dihadiri oleh kedua belah pihak.

“Pemprov Sumatera Barat dan Kabupaten Dharmasraya menerima seluruh tawaran yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo. Hampir 6 jam rapat baru ketemu kesepakatan kedua belah pihak dan langsung di tandatangani,”ucap Zainadi.

Sementara itu, wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Aprianto mengatakan Permasalahan Tapal Batas tersebut semenjak kita merdeka tahun 1945, hingga saat ini sudah hampir 76 Tahun dan hari ini baru disepakati dan ditandatangani kesepakatan titik batas,

Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat khususnya yang berada di wilayah daerah perbatasan.

“Batas yang ditandatangani tadi mulai dari Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan ilir sampai dengan Dusun Rantau Tipu Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, tepatnya sampai ke danau gunung tujuh yang berbatasan dengan Kabupaten Kerinci dengan jarak hampir 110 km,” ujar Wabup Apri.

Dengan demikian lanjut Apri, sehingga masyarakat tidak ragu lagi dalam dalam berusaha dan dapat menjaga silaturahmi serta persaudaraan antar sesama, menciptakan kondisi yang kondusif ditengah masyarakat khususnya yg berada di daerah perbatasan.

“Ini hanya batas administratif saja bukan merobah hak dan kepemilikan lahan dan aset yang masyarakat punya, semoga dengan ditandatanganinya kesepakatan ini jadi keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat semua. Terutama untuk pemerintahan kedua belah pihak tak ragu lagi meletakkan pembangunan didaerah tersebut,” imbuhnya. (adv/jul)

ADVERTISEMENT