Tindak Lanjut Jumat Curhat, Siswa SMPN 4 Bungo Terjaring Patroli Saat Jam Sekolah

Tak Banyak Bicara Dua Siswa SMPN 4 Bungo Terjaring Patroli Satlantas Polres Bungo. Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tindak lanjut dari program Jumat Curhat, Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram langsung perintahkan jajaran untuk melakukan patroli baik pada malam hari hingga siang hari. Alhasil dua siswa SMPN 4 Bungo kedapatan bolos.

Seperti yang dilakukan oleh Satlantas tidak menunggu waktu lama merujuk dari curhat masyarakat terkait seringnya ditemukan para siswa bolos atau nongkrong pada jam sekolah di warung – warung hingga tempat sepi lainnya, Sabtu (4/2/2023).

Tampak Petugas Satlantas Polres Bungo serahkan dua siswa yang membolos kepada pihak Sekolah. Foto : sidakpost.id/zakaria

Aiptu Ari Sujuanta, Kanit Turjagwali kepada sidakpost.id mengatakan, sesuai arahan dari bapak Kapolres menindak lanjuti dari masukan masyarkat dalam Jumat Curhat, seringnya ditemukan siswa membolos atau nongkrong saat jam sekolah, maka dilakukan patroli.

“Tadi kami patroli sekitaran MTQ lama saat tiba di lokasi kedapatan dua orang siswa SMPN 4 Bungo, tidak masuk ke sekolah. Setelah dintanya berbagai alasan mereka sampaikan kepada kami. Tidak lama para dua siswa kami serahkan kepada wali kelasnya, untuk ditindak lanjuti,” ujar Aiptu Ari.

Dijelaskan, sesuai misi dan visi Kapolres agar para siswa diberikan kesibukan serta Antisipasi terlihat perilaku menyimpang di saat jam sekolah atau di luar jam sekolah maka, patroli akan dilakukan secara rutin. Ini tidak lain, untuk memastikan generasi muda tidak terlibat dalam tindak kriminal.

“Selain patroli anak-anak sekolah di tempat tempat nongkrong, kami juga menertibkan siswa yang tidak mematuhi lalu lintas dan juga Penertiban knalpot brong. Karena saat pertemuan dengan masyarakat masih ada masukan terkait siswa melakukan tindakan yang salah,” tutupnya.

Sementara Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram kepada sidakpost.id mengungkapkan semua masukan dari tokoh masyarakat di Jumat Curhat harus benar-benar ditindak lanjuti. Karena ia ingin, semua saran dan masukan yang positif sesegera mungkin dijalankan.

“Seperti tadi pagi anggota menemukan 2 siswa yang membolos dan nongkrong di tempat sepi. Tentu bila ini dibiarkan maka bisa berdampak buruk bagi anak-anak kita di masa mendatang. Tentu, para orang tua juga harus peka dengan kondisi anak-anak yang berangkat ke sekolah,” ungkap Bram.

Lanjut Bram, tugas ini tentu harus secara bersama-sama dilaksanakan seperti para siswa para orang tua harus Pastika apakah anak keluar dari rumah sampai ke sekolah apakah tidak. Contoh nyata sudah ada dua siswa membolos, mungkin dari rumahnya pergi sekolah tapi kenyataannya tidak.

“Kami juga berharap agar seluruh wali dari siswa harus ada group WhatsApp khusus bersama wali kelas. Dengan group ini bisa menanyakan langsung apakah anak-anak benar-benar masuk ke sekolah atau tidak. Karena cara cara seperti ini, bentuk cegah terjadinya perilaku menyimpang bagi anak, ” tutup Kapolres. (zek)