Perpustakaan Keliling Mampu Dongkrak Minat Baca Pelajar

Dibaca: 68 kali
fhoto (ilustrasi)

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Beradarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Bungo, minat baca masyarakat pardesaan lebih tinggi dibandingkan dari masyarakat petkotaan.

Hal itu, dikatakan oleh Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Bungo, Zulpadli bahwa antusias minat baca tetsebut lebih tinggi dari masyarakat perdesaan.

Setiap pihaknya perpustakaan keliling setiba di dusun (desa-red). Anak-anak sekolah dasar dan sekolah menegah pertama antusias untuk membaca buku.

“Terbukti setiap kita hadir di pusat Kecamatan antusias anak-anak sangat tinggi. Jadi dari sini kami bisa menilai minat baca di dusun lebih tinggi dibandingkan di kota Muara Bungo,” ujar Zulpadli.

Menurut Zulpadli, hal ini disebabkan kecanggihan teknologi informasi bisa didapat dimana saja dan kapan saja melalui teknologi gadget. Seiring perkembangan zaman itulah, kebiasaan masyarakat juga mulai bergeser dan memilih yang lebih praktis.

Salah satunya adalah minat baca masyarakat yang lebih memilih membaca melalui gadget daripada melalui buku. Meski begitu, gadget hanya menyentuh sebagian kecil masyarakat diperkotaan.

Lanjutnya, ada sebanyak 17 kecamatan yang dikunjungi menggunakan mobil operasional. Mobil perpustakaan keliling di Kabupaten Bungo ada tiga. Perpustakaan keliling ini dari senin sampai kamis berkeliling dari satu Desa ke Desa lain. Yang jelas kita keliling secara bergiliran disetiap kecamatan,” imbuhnya.

Lanjut Zulpadli, untuk perpustakaan yang ada di Kota lebih banyak pengunjung dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa lebih banyak ke Perpustakaan karena mereka mencari bahan referensi untuk skripsi mereka.

Sebut Zulpaldli, pihaknya juga masih banyak kekurangan buku. Saat ini koleksi buku yang ada di perpustakaan hanya sebanyak 26 ribu buku, masih jauh dari 100 ribu buku seperti yang telah ditentukan.

“Untuk memenuhi kebutuhan buku tersebut, kami terus mengajukan proposal ke Pusat agar mendapatkan tambahan buku. Namun, tidak setiap tahun satu daerah bisa mendapatkan buku. Ya kemungkinan dua tahun sekali baru bisa mendapatkan,” tukasnya. (zek)

ADVERTISEMENT








Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*