Bupati Mashuri Resmikan Museum Juang Bungo

Prosesi Peresmian Museum Juang Bungo, Sabtu (3/12). Foto : Sidakpost.id/Juliansyah. Biro Bungo.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Setelah lama tidak di fungsikan, akhirnya Gedung Museum Juang Bungo, yang terletak di kawasan Taman Pusparagam, Kecamatan Pasar Muara Bungo, resmi dibuka, Sabtu (3/12).

Peresmian itu, ditandai penandatangan prasasti oleh Bupati Bungo H Mashuri. Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkai dengan kegiatan Peresmian Pameran Museum Juang dan beberapa perlombaan, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo.

Bupati Mashuri menjelaskan bahwa, peresmian ini sudah lama direncanakan. Namun, terkendala beberapa hal. Pada akhirnya, museum juang ini dapat diresmikan.

“Alhamdulillah hari ini bisa terwujud, dimana nantinya, selain tempat para pejuang kita disini, museum juang ini juga akan kita tempati benda-benda bersejarah dan bukti perjalanan sejarah di Kabupaten Bungo,” ujar Mashuri.

Mashuri berharap, adanya museum juang ini, masyarakat Kabupaten Bungo, lebih dekat dan mengenal tentang sejarah para pejuang dalam memperebutkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini menjadi khazanah ilmu pengetahuan bagi generasi muda kita, bahwa Bungo juga bagian dari sejarah Negara Republik Indonesia. dan memiliki peranan penting di Wilayah Barat Provinsi Jambi dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.
Sehingga, dapat mengetahui sejarah perjuangan para pejuang Bungo dalam memperebutkan Kemerdekaan,” katanya.

Sementara, Masril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bungo mengatakan, museum ini nantinya, akan menjadi tempat dan sarana prasarana, baik bagi siswa maupun masyarakat Bungo, tentang perjuangan kemerdekaan di Kabupaten Bungo.

Tak hanya itu, guna meningkatkan minat dan inovasi pembelajaran di Kurikulum Merdeka. Kata Masril, pihak nya akan mengadakan berbagai kegiatan di Museum Juang Bungo tersebut.

“Tentu, museum ini akan menjadi tempat sarana proses pembelajaran bagi para siswa kita. Karena, di kurikulum merdeka saat ini, siswa dan para guru kita juga mampu berinovasi dan berkreatifitas dalam proses pembelajaran. Mulai tahun ajaran 2023, setiap hari sabtu akan kita isi gedung ini, untuk dilaksanakan rangkaian kegiatan seperti berbagai perlombaan disini,” terang Masril.

Seiring itu, Marsil mengajak, seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bungo, untuk mengenal dan belajar sejarah terutama, perjuangan para pejuang Bungo dalam memperebutkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita juga sudah bersurat kepada para camat dan datuk rio (Kades red) supaya menginventarisir, semua benda-benda bersejarah dan atau menyangkut pejuang masyarakat Kabupaten Bungo yang ada di desa-desa untuk disampaikan ke dinas pendidikan. Dengan begitu, akan dititipkan di museum juang ini, agar masyarakat akan lebih tahu tentang sejarah yang ada di Bungo,” tukasnya. (rsa)