SDN Danau Buluh Butuh Box Culvert, Diusulkan Malah Dicoret

Dibaca: 315 kali
Inilah Kondisi Polongan di Dekat SDN 107/Danau Buluh.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – SDN 107/Danau Buluh yang berada di Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, kerap menjadi langganan banjir. Hal itu disebabkan karena posisi sekolah di pinggir sungai batang tebo.

Hujan deras beberapa hari membuat debit air sungai meluap hingga masuk ke sekolah. Selain itu, banjir juga disebabkan karena saluran yang ada kecil. Bila air terus bertambah maka banjir tak bisa dielakkan.

Pantauan dilapangan, polongan yang berada di dekat sekolah itu, tak mampu untuk meresap air yang berada halaman sekolah, karena kondisi polongan yang melintasi jalan depan sekolah itu sangat kecil.

Sudah selayaknya harus dibangun box culbert berukuran besar sehingga air lebih cepat kering ke pembuangan ke sungai Udo. Jadi bila hujan deras tak ada banjir lagi.

Kepala Sekolah SDN 107/Danau Buluh, Asmuni, saat dikonfirmasi mengatakan, sekolahnya memang sudah menjadi langganan banjir bila memasuki musim hujan.

Namun dibalik itu semua, faktor lain penyebab banjir ini karena polongan dekat sekolah tidak mampu meresap air di halaman sekolah karena ukurannya terlalu kecil.

“Harapan kami, agar dibangun box culvert untuk pembuangan air menuju ke sungai Udo. Selain box culvert, drainase berkisar 150 meter, menuju ke sungai Udo juga diperlukan. Dengan demikian bila banjir halaman sekolah tak digenangi air lagi,” ujar Asmuni.

Tak hanya Asmuni, hal senda juga disampaikan oleh warga sekitar, Liza yang rumahnya dekat SD 107/Danau Buluh berharap agar polongan dekat sekolah ini harus diganti dengan box culvert agar resapan air lebih cepat pada saat hujan deras.

“Banjir seperti ini, memang sudah rutin setiap tahun. Bila sekolah sudah digenangi air secara otomatis rumah kami juga ikut terendam pak. Ya semoga saja polongan ini diganti dengan yang lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Pasar Muara Bungo, Sofyan Maas ketika dikonfirmasi mengaku sudah sering mengajukan pembangunan drainase. Namun pengajuan selalu ditolak oleh Dinas Pekerjaan Umum.

“Sudah sering kita usulkan tahun-tahun sebelumnya untuk pembangunan box culvert ini, tapi selalu ditolak oleh Dinas PU,” ujar Sofyan Maas.

Bahkan untuk tahun 2019 pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo tak mengusulkan ke APBD Kabupaten Bungo. Camat beranggapan percuma mengusulkan pembangunan, karena ia yakin akan kembali dicoret.

“Dalam waktu dekat ini kami ada rapat kordinasi seluruh camat di Provinsi Jambi. Kami akan mengusulkan ke APBD Provinsi. Jadi tidak mengusulkannya ke APBD Kabupaten,” jelasnya.

Camat Pasar mengusulkan ke Provinsi, dikarenakan drainase sungai Udo sebelumnya sudah dibangun oleh Dinas PU Provinsi. “Harapan kami Dinas PU Provinsi Jambi menyambung drainase sampai ke SDN Danau Buluh, karena jarak tidak begitu jauh,” sebut Sofyan Maas. (zek)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*