Semangat Personil Manggala Agni Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

Dibaca: 62 kali

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Minggu, 2 September 2018 kemarin. Patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digiatkan oleh KLHK bersama para pihak, menorehkan kisah bagi seorang anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni dari Rengat, Provinsi Riau.

Usianya baru 28 tahun, laki-laki bernama Andrean atau akrab disapa Andre ini sudah lebih dari 10 tahun bergabung menjadi anggota Manggala Agni. Ditugaskan di Daerah Operasional (Daops) Rengat, Andre aktif melaksanakan setiap kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerja Daops Rengat, khususnya.

Berkat ketekunan dan keaktifannya tersebut, Andre dinobatkan sebagai anggota Manggala Agni terbaik tingkat Provinsi Riau pada tahun 2016.

Kemudian dia meraih apresiasi Wana Lestari dari KLHK pada tahun 2016 sebagai peringkat terbaik pertama kategori Manggala Agni Tingkat Nasional.

Selama pelaksanaan patroli terpadu yang dimulai tahun 2016, Andre berperan aktif dalam aksi pencegahan karhutla tersebut.

Andre semakin memahami bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat, dengan menanggalkan aksi tekanan kepada mereka.

Anggota Manggala Agni yang telah memiliki dua orang anak ini tak sungkan belajar ilmu fasilitator kepada rekan-rekannya sesama Manggala Agni yang telah berkesempatan mengikuti bimbingan teknisnya yang diselenggarakan KLHK di beberapa provinsi rawan, salah satunya di Riau.

Ilmu yang dia peroleh tersebut dikembangkan dan dipraktekkan dalam kegiatan patroli terpadu yang sehari-hari dilakoninya.

Hingga akhirnya Andre mampu menemukan formula jitu bagaimana seharusnya pendekatan ke masyarakat dilakukan.

Sehingga masyarakat dengan terbuka mau mengikuti dan semakin peduli terhadap upaya pencegahan karhutla.

Di sela-sela aktivitasnya, Manggala Agni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Regu ini menuturkan kisahnya saatnya melaksanakan kegiatan patroli terpadu.

Banyak kendala yang dihadapi ketika awalnya Manggala Agni masuk ke lingkungan masyarakat.

Namun, dengan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya sebagai fasilitator, Andre mampu menembus masuk ke masyarakat.

“Saya berusaha masuk ke dalam kegiatan adat dan aktivitas masyarakat suku setempat. Saya bergabung dengan masyarakat dengan melepaskan atribut Manggala Agni. Datang ke mereka sebagai orang biasa yang bergabung, misalnya pada acara lomba olahraga atau kegiatan masyarakat lainnya”, cerita Andre.

Tentu bukan hanya sebatas bermain atau berolahraga, tapi kami menjalin silaturahmi dengan masyarakat sehingga kehadiran kami selalu diterima dengan baik oleh masyarakat”, tambahnya.

Kedekatan yang erat antara Manggala Agni dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan patroli terpadu.

Secara perlahan masyarakat akan memahami, peduli, dan akhirnya memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dampaknya tentu sangat merugikan bagi masyarakat itu sendiri.

Dalam kiprah Manggala Agni dalam aksi patroli terpadu ini, tentu masih banyak sosok-sosok Andre yang lain. Mereka dengan tekun dan semangat melakukan upaya-upaya pencegahan karhutla di lapangan.

Bahkan tak hanya melalui patroli terpadu, banyak aksi lainnya yang mereka lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang bebas asap, aman dari bencana kebakaran hutan dan lahan.(red)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*