Lahan Milik TK Mutiara Hati Terbakar

Dibaca: 441 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Musim kemarau sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. Seperti yang terjadi di lahan kebun karet milik warga berlokasi di jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Worotho Agung, Rimbo Bujang kembali terbakar, Sabtu (3/08/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan bahwa Pemilik Lahan Suarman (45) yang juga pemilik Yayasan TK Mutiara Hati Wirotho Agung , jumat (2/8/2019) sekira pukul 17.00 Wib saksi bersama warga melihat asap dari arah kebun miliknya.

Melihat kobaran api, secara bersama-sama turun ke lokasi langsung memadamkan api, yang telah menganguskan lahan kebun tersebut. Usaha itu, dilakukan dengan mengunakan alat seadanya. Akhirnya api bisa dipadamkan secara bersama.

Kapolsek Rimbo Bujang, Iptu Reska Anugras, SIK melalui Kanit Reskrim mengatakan, kebakaran lahan sudah kedua kali terjadi. Kemarin Jumat juga terjadi, namun bisa dipadamkan. Dan hari ini, sekira pukul 11.30 Wib, kembali terbakar.

“Dengan menggunakan mesin robin dan ember warga secara bersama-sama memadamkan api, dengan petugas Polsek, Babinsa, dan petugas damkar, trantib serta warga sekitar berhasil memadam api yang sudah berkobar,” katanya.

Kapolsek juga menghimbau, agar masyarakat tak ada lagi yang membakar sampah sembarangan supaya tidak ada lagi terjadi kebakaran sepeti ini. “Tak hanya sampah, puntung rokok yang masih hidup juga jangan dibuang sembarangan karena sekarang sudah memasuki puncak kemarau,” kata Bripka Edi Sumarwan.

Sementara itu, Danru Unit Damkar Rimbo Bujang, Sasongko dikonfirmasi mengatakan, benar telah terkadi kebaran lahan milim warga, kurang lebih 1/4 hektare. Kalau kerugian ditaksikan Rp 10 juta.

“Belum tahu dari mana asal api tersebut, karena warga yang mengetahui peristiwa itu api sudah membesar. Jadi diharapkan kepada warga lebih berhati-hati jangan membakar sampah di area kebun,” ucapnya.

“Memang benar, yang terbakar kebun karet bekas tumbangan milik Yayasan TK Permata Hati luas 1/4 hektar kerugian ditaksir Rp.10 juta lebih,” jelas Danru Damkar Tanjung Sasongko. (asa)

ADVERTISEMENT