Warga Curhat ke Polisi Terkait Anak-anak di Bawah Umur Gunakan Sepeda Motor ke Seolah

Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram Sampaikan Jawab Terkait Usulan Warga dalam Jumat Curhat terkait Anak-anak sekolah di bawah umur gunakan sepeda motor. Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Polres Bungo kembali mendengar curhatan masyarakat dalam program “Jumat Curhat” di kantin 2L, kelurahan Cadika, kecamatan Rimbo Tengah, kabupaten Bungo, Jumat (3/03).

Dalam peternuankali ini hadir Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram, Camat Rimbo Tengah, Marwillisman AR, perangkat dusun dan tokoh masyarakat, tukang ojek serta undangan lainnya.

Mahpud perangkat dusun Sungai Buluh, dalam kesempatan “Jumat Curhat” kali ini sangat menyampaikan banyak anak-anak di bawah umur membawa sepeda motor ke sekolah. Karena anak-anak masih rentan ugal-ugalan jadi sangat perlu sosialisasi.

“Kami sangat berterima kasih kedepan di Bungo akan melarang anak-anak sekolah tidak boleh membawa sepeda motor lagi. Karena anak-anak belum memahami apa itu aturan lalu lintas, sehingga mereka itu menggunakan motor sesuka hati,” katanya.

Selain itu, masih banyak di temukan motor yang menggunakan knalpot brong dan itu lebih dominan digunakan anak-anak muda. Tentu apa yang sudah dilakukan kepolisian sudah ada berkurang aksi uga-ugalan bagi anak-anak remaja pada malam hari.

“Kami sangat berterima kasih banyak telah melaksanakan patroli pada titik-titik yang dianggap sering terjadinya aksi balap liar. Semoga dengan kerja keras kita bersama satu persatu permasalahan yang ada bisa di antisipasi, sehingga tidak ada lagi motor yang knalpot brong,” ujarnya.

Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram dalam kesempatan Jumat Curhat menyampaikan kepada masyarakat, dalam waktu dekat ini ada sosialisasi terkait larangan anak-anak sekolah di bawah umur membawa sepeda motor ke sekolah.

“Nanti kamu akan gelar sosialisasi terlebih dahulu ke setiap sekolah, supaya pelajar di Bungo ini terutama yang di bawah umur tak ada lagi yang menggunakan sepeda motor. Semua itu, untuk mencegah terjadi pelanggaran lalu lintas,” ucap Kapolres.

Tak cuma itu, pihaknya juga ingin peluang kerja menjadi lebih banyak bagi tukang ojek manual atau ojek online (ojol) yang ada di kota Muara Bungo. Dengan seperti itu, membuka peluang kerja bagi ojek yang ada di wilayah kota Muara Bungo.

“Langkah ini, merupakan usulan dari tiap warga saat Jumat Curhat karena banyak terjadi kecelakaan lalu lintas dominan dari anak-anak remaja yang belum memahami aturan berlalu lintas yang baik. Nanti lewat Satlantas Polres Bungo akan sosialisasi ke sekolah terkait larangan tersebut,” cetus Bram. (zek)