Tim Gabungan Keluarkan 4 unit Alat Berat PETI di Batu Kerbau

Dibaca: 493 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tim gabungan mengeluarkan empat unit alat berat dari lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah dusun Batu Kerbau, kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Rabu (3/02/2021).

Tim gabungan teridiri dari Polres Bungo, Kodim/0416 Bute, Ditintelkam Polda Jambi, Kabid SDA dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bungo, ketua lembaga adat dusun baru Pelepat dan dusun Batu Kerbau.

Kapolres Bungo, AKBP Mokhamad Lutfi mengatakan ada 4 unit alat dikeluarkan. Dimana sebelumnya terdapat sekitar 11 alat yang beroperasi, tujuh diantarnya sudah keluar lebih dulu.

“Sebumnya kita sudah menyampaikan imbauan kepada pemain PETI supaya alat segera dikeluarkan dari lokasi PETI per 31 Januari 2021. Jadi semua ini kita lakukan secara preemtif,”kata Kapolres.

Sebu Lutfi, agar tidak terjadi konflik, maka upaya mengeluarkan alat berat ini dilakukan dengan kesadaran masyarakat untuk keluar sendiri tanpa ada tindakan hukum.

“Di wilayah Batu Kerbau dan sekitarnya saat ini saya nyatakan steril dari alat berat yang melaksanakan aktivitas PETI. Kami juga sangat berterimakasih atas kesadaran para pemilik,” ucap Lutfi.

Lutfi juga mengimbau agar masyarakat atau siapa pun untuk tidak mencoba masuk ke area penambangan tersebut. “Jika nanti kembali masuk, maka akan dilakukan tindakan tegas,”tutupnya.

Hal senada disampaikan oleh Dandim 0416/ Bungo Tebo, Letkol Inf Widi Rahman bahwa mulai hari ini di dusun Batu Kerbau Steril dari aktivitas PETI alat berat.

“Lantaran cuaca tidak mendukung, lokasi yang jauh, serta medannya sangat ekstrem makanya hari ini kami baru bisa masuk. Berapa hari lalu sudah di cek ke dalam oleh anggota Polres dan Kodim sudah steril dari alat berat PETI,” ujarnya.

Sementara itu, Mirul dari Lembaga Adat dusun Batu Kerbau dan Dusun Baru menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian, TNI dan pemerintah daerah yang sudah menyelesaikan persoalan PETI.

“Kami juga berharap kedepan ada solusi juga dari pemerintah. Karena, selama ini cukup banyak masyarakat bergantung hidup dengan aktivitas PETI. Jadi akan ada masyarakat yang akan kehilangan mata pencarian ,”cetusnya. (zek)

ADVERTISEMENT