Begini Awal Mulanya Anak Memakai Narkoba dan Solusinya

Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram Saat Berkunjung ke Setiap Mapolsek di Wilayah Polres Bungo. Foto : dok sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram terus memberikan info kepada masyarakat lewat program Jumat Curhat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan para stakeholder di kabupaten Bungo.

Langkah ini tidak lain cara jitu Kepolisian untuk mengetahui apa kelurahan sekaligus bagaimana mengatasi agar remaja Bungo tidak terlibat penyalahgunaan narkoba di setiap wilayah Polsek.

Karena masa remaja merupakan masa transisi yang sangat rentan kehidupan manusia menghubungkan masa kanak – kanak dengan masa dewasa.

Pada masa tersebut, umumnya remaja memiliki rasa keingintahuan yang cukup tinggi. Hal ini tentu baik, tetapi juga sangat mengkhawatirkan jika mereka terjerumus kepada suatu yang negatif atau merugikan.

Oleh karena itu, Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram menyebutkan, awal mulanya para remaja memakai narkoba beberapa faktor. Diantaranya, rasa penasaran tinggi atau trend dan lingkungan pertemanan.

“Lingkungan pertemanan menjadi salah satu faktor pendukung yang paling tinggi seorang remaja menggunakan narkoba, mungkin banyak dari mereka yang berawal dari coba-coba karena bujukan teman dan berujung menjadi ketergantungan,” ungkap AKBP Bram, Selasa (3/01/2023).

Dikatakannya, kurangnya edukasi terkait bahaya narkoba di kalangan remaja juga dapat membuat semakin meluasnya kasus penyalahgunaan narkoba. Maka dari itu, mulai dari sekarang mari perhatikan cara bergaul para remaja oleh para orang tua.

“Kalau lah remaja mapan maka berfikir 10 kalo untuk melakukan tindakan melanggar hukum. Sebaliknya, remaja belum mapan mereka lebih rentan terpengaruh dengan penyalahgunaan narkoba. Karena mereka tak tahu akan menjadi apa di masa depan, ” kata Bram.

Disisi lain, banyak remaja yang alasan dia keluar rumah untuk mengerjakan tugas dari sekolah, akan tetapi kenyataannya ia malah ikut terlibat balapan liar bersama teman sebayanya. Bila sudah seperti ini, tentu akan terlihat dengan tindakan buruk.

“Jadi jangan selalu diikuti apa yang anak -anak kita inginkan karena bila semua itu kita penuhi namun tidak kita awasi seperti apa ia bergaul di luar sana. Maka kedepan anak-anak kita lebih pintar membohongi para orang tua, untuk bisa bermain dengan teman-teman yang bisa mereka bebas,” tambah Bram.

Sain dari remaja tak mapan, remaja yang dikategori mapan juga sangat rentan bisa terlibat dengan tindakan penyalahgunaan narkoba. Karena untuk melakukan sesuatu mereka bisa karena berasal dari keluarga yang memilki segalanya.

“Maka pesan saya, mari kita perhatikan apa dan bagaimana anak kita bergaul di luar rumah atau bila pulang dari sekolah. Bikin mereka sibuk dengan kegiatan positif dan terus pantau pergaulan mereka. Ingat bila sesuatu yang buruk terjadi kepada remaja kita maka penyesalan di akhir tidak ada gunanya,” tutup Bram. (zek)