Hidup Sebatang Kara, Pak Jumat Tinggal di Gubuk Reot

Dibaca: 182 kali

SIDAKPOST.ID, INHU – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dirilis Kementerian PUPR. Serta Maupun program Rumah Layak Huni (RLH) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) ternyata belum dirasakan oleh warga miskin.

Betapa tidak, salah seorang warga bernama Jumat alias Buncik (65) sudah satu dekade atau 10 tahun masih menempati gubuk reot di Desa Seko Lubuk Tigo (Seluti), Kecamatan Lirik. Krisis ekonomi yang tidak kunjung berakhir membuat Jumat makin sengsara.

Dikatahui, pak Buncit bekerja sebagai pemulung di Pasar Lirik. Sedihnya lagi, dia tinggal hanya sebatang kara di gubuk reot yang sudah 10 tahun.

Kondisi ini membuat Bhabinkamtibmas Desa Seluti Bripka Beni Rosa merasa tersentuh, Sabtu (30/11/2018) kemarin, melalui Program Jumat Barokah Polsek Lirik, Kapolsek bersama anggotanya menjambangi rumah Pak Buncit.

Tak hanya berkunjung saja, sekaligus Kapolsek memberikan bantuan sembako kepada Pak Buncit.

Kades Seluti Jailis saat ditanya ihwal program nasional maupun daerah terkait Pembangunan Sejuta Rumah mengaku hingga kini belum satu warga pun tersentuh program tersebut. Padahal diakuinya hampir setiap tahun diusulkan.

“Namun hingga kini belum pernah ada warga kami terima bantuan tersebut. Bahkan semua di Desa Seluti rumah yang hampir sama kondisinya seperti rumah pak Buncik ada sekitar 2 atau 3 rumah lagi,” ujaranya. (jnn/red)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*