Prihatin, Satu Keluarga Tinggal di Gubuk Derita Beralaskan Tanah

Dibaca: 3.121 kali
Inilah Kondisi Rumah Keluarga Basri dan Cia Bersama Dua Anaknya, di Kab.Pinrang Perlu Bantuan Rumah Layak Huni.

SIDAKPOST.ID, PINRANG – Sungguh malang nasib bapak dua anak ini, dia bersama sang isteri, terpaksa harus tinggal dirumah yang sangat jauh dari kata layak, di Amassangan Timur Jalan Andi Sodding, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan

Keluarga Basri ini, terpaksa tinggal di gubuk derita, dengan kondisi yang sangat tidak wajar, atap rumah bocor serta dinding rumah yang robah, mirisnya lagi mereka rumah hanya beralaskan tanah.

Keluarga tersebut adalah Basri (52) dan sang istri, Cia (50) , beserta kedua anak mereka, Muh. Akbar (18) Putus Sekolah dan kadang bekerja sebagai tukang batu sementara adiknya Reski (16) saat ini bersekolah.

Ditemui awak media, Cia menceritakan nasib dirinya bersama keluargan hidup dalam keadaan sangat memprihatinkan. Karena tidak memiki uang, dia bersama suamainya, terpaksa membanting tulang kerja apa saja yang penting, bisa menghidupkan kedua anaknya.

Dengan begitu, kata Cia, untuk membesarkan anak-anak di tengah kemiskinan sedikit berkurang. Meskipun berat, Basri dan Cia terpaksa melakukan pekerjaan apa saja untuk menghidupi keluarganya tersebut

” Kondisi seperti ini sudah 23 tahun kami lalui,dan Rumah ini milik saya pak, dan kami tinggal terpaksa tinggal disini karena tak ada lagi rumah selain ini. Ya kalau hujan air masuk kerumah, maudiapakan sudah nasib kami pak,” ungkapnya.

Lanjut Cia, untuk membiayai keluarganya sangat sulit dan makan pun kadang seadanya. Dia bekerja jika ada yang panggil sebagai tukang setrika baju sementara suaminya, kerja sebagai tukang ojek.

“Ya maudiapakanlah pak, sudah menjadi jalan hidup kami, namun walaupun keadaan kami seperti ini, kami tetap bekerja keras agar bisa mendapat hidup yang lebih layak lagi,” tuturnya.

Untuk memesarkan anaknya ia rela bekerja apapun, yabg penting keluarganya bisa hidup dan bisa membeli makanan untuk dinakan setiap hari. Meski terkadang yang dia makan sesederhana mungkin.

“Pemerintah pernah datang kerumah kami mengambil data dan memfoto kondisi rumah kami, untuk itu saya berharap agar pemerintah memberikan bantuan kepada kami,” harapnya.

Terpusah, Jamili Kepala Kelurahan Lalleng Bata Kecamatan Paleteang Pinrang, dikonfirmasi mengatakan, benar bahwa Basri dan Cia adalah warganya. Tahun ini keluarga tersebut akan mendapat bedah rumah dari pemerintah.

“Kami selaku Pemerintah setempat sudah memantau keluarga tersebut, dan tahun Ini keluarga tersebut diusulkan akan mendapatkan bantuan bedah rumah,” ujar Jamili.

Sebut Jamili, program bedah rumah ini sementara dalam tahap proses, pihaknya juga berharap keluarga tersebut bisa dapat bantuan dan rumah yang layak untuk dihuni.

Sebelumnya A.Cahyadi Salah satu anggota Tagana Pinrang melakukan pemantauan dan menemukan warga tersebut dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Kami melihat kondisi warga tersebut sangat memprihatinkan, lihat saja pak rumah hampir roboh, bahkan hanya beralaskan tanah, kami juga berharap Keluarga tersebut segera di bantu,” tukasnya. (*)

Editor : Zakaria. JOIN

ADVERTISEMENT






ADVERTISEMENT