Hardiknas Ditengah Pandemi, Hidupkan Kembali Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Dibaca: 406 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Setiap tanggal 2 Mei diperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang setiap tahun tak lupa dimemperingatinya ,tanggal 2 Mei juga diperingati sebagai hari kelahiran sesosok tokoh pelopor pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang telah membangun pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara merupakan sosok pelopor pendidikan sekaligus pendiri pendidikan taman siswa.

Hari pendidikan nasional diperingati pada tanggal 2 Mei yakni bertepatan dengan kelahiran tokoh pelopor pendidikan di Indonesia Ki Hajar Dewantara , beliau sangat berperan penting dalam kemajuan dan perkembangan pendidikan di Indonesia seperti ia mendirikan perguruan taman nasional .

Pendirian perguruan taman siswa ini sebagai tempat sarana untuk masyarakat pribumi belajar dan menikmati pendidikan, yang pada saat itu hanya boleh dinikmati orang orang yang berkasta tinggi. Pada masa zaman Belanda masyarakat biasa sangat sulit memperoleh pendidikan dan hanya masyarakat terpandang dari Belanda lah yang boleh.

Melihat perjuangan Ki Hajar Dewantara Yang berani menentang kebijakan pendidikan di masa pemerintahan Belanda pada masa itu, kita sebagai pelajar indonesia wajib memperingati hari pendidikan nasional sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Nah.. apa saja sih makna dari peringatan hari pendidikan Nasional ini ?

Makna hari pendidikan Nasional bagi pelajar :
1. Mendorong kesadaran para pelajar untu belajar tak hanya di lingkungan sekolah saja tetapi juga bisa kita lakukan di 3 lingkungan ,yaitu lingkungan sekolah , keluarga dan masyarakat
2. Memaksimalkan kesempatan belajar
Bagi para pemuda pemudi hendak nya memanfaatkan kesempatan belajar di masa muda ini dengan baik dan maksimal. Agar kelak menjadi orang yang cerdas dan berpendidikan .
3. Belajar tak hanya sebagai landasan memperoleh nilai bagus saja , nilai yang bagus juga bisa menjadi pendorong semangat belajar bagi pelajar.

Manusia yang memiliki pendidikan yang baik yaitu orang yang memiliki karakter dan sikap yang baik pula , pendidikan juga sebagai landasan manusia untuk mempunyai sikap yang ber Akhlakul Karimah. Jadi kita bisa terhindar dari sikap sikap dan perilaku yang menyimpang, bagaimana Pendidikan di era pandemi.?

Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional biasanya setiap sekolah memperingatinya dengan upacara bendera dan juga beberapa lomba lomba yang bisa diikuti oleh para pelajar tiap sekolah ,seperti lomba cerdas cermat ,lomba cipta puisi , lomba gambar dll, hal itu dilakukan dalam rangka menghormati tokoh pendidikan Indonesia.

Namun pada tahun 2019 tepatnya bulan 9 terjadi musibah penyakit yang datang diseluruh dunia. salah satunya yaitu Indonesia yang dinamakan Virus Corona, Virus ini sangat berbahaya sampai bisa menghentikan dan menutup kegiatan kegiatan di masyarakat Indonesia ,

Akibat adanya Covid ini pemerintah menutup gedung sekolah dan para murid diiburkan dan belajar secara virtual, karena sekolah diliburkan maka peringatan hari hari nasional seperti hari pendidikan nasional menjadi tak semeriah masa lalu, tetapi kita tetap bisa memperingatinya dengan cara yang berbeda , yang tadinya hari pendidikan nasional diisi dengan upacara yang ramai ,sekarang kita tidak bisa melakukannya, karna kita dilarang untuk bekerumunan , begitu juga lomba lomba , lomba diadakan secara virtual atau online.

Bagaimana dampak pendidikan di era pandemi ini, kedatangan Pandemi covid 19 telah meredupkan serta memberhentikan seluruh aktivitas masyarakat dari berbagai negara yang ada di dunia terganggu, sehingga membuat mereka diam dirumah demi memutuskan mata rantai Virus Corona agar tidak semakin menyebar.

Berhentinya aktivitas masyarakat dan seluruh kegiatan di outdoor di tutup ,membuat perekonomian dunia menurun karena adanya Virus ini, lantas bagaimanakah nasib pendidikan di dunia khususnya di Indonesia ?

Saat ini pembelajaran yang awalnya 100 % dilakukan di sekolah sekarang tiba tiba pembelajaran dilakukan dengan virtual demi memutus mata rantai agar tidak semakin menyebar virus Coronanya.

Pembelajaran secara mau tidak mau juga harus di ikuti oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah, pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk membatasi interaksi dan menghindari kerumunan serta menerapkan physical distancing.

Pendidikan di indonesia sebagai salah satu bidang yang terdampak Covid ,
dengan adanya pembatasan interaksi ini sekolahpun ditutup dan menggantikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi virtual dengan cara daring. Adanya perubahan cara belajar dan mengajar, terkadang muncul masalah yang dihadapi siswa dan guru bahkan orang tua murid.

Permasalahan yang dihadapi siswa di pembelajaran daring ini seperti materi belajar tak tersampaikan dengan baik, terkadang guru memberikan materi terlalu cepat materi yang belum selesai disampaikan, kemudian guru terpaksa menggantinya dengan materi lainny sehinnga membuat siswa tak paham secara maksimal.

Terjadi juga guru hanya memberikan tugas saja tanpa memberikan penjelasan mengenai materi yang di hadapi, permasalahan lainnya yang di hadapi siswa ketika terdapat siswa yang tinggal di daerah jarang sinyal akan terlambat mengakses informasi , yang
membuat siswa tertinggal informasi sehingga siswa menjadi terlambat mengumpulkan tugas.

Tak sedikit pula tugas yang diberikan oleh guru, materi yang cepat dan tak semaksimal seperti tatap muka membuat para siswa seperti saya ini harus tanggap akan tugas yang di berikan ,siswa menjadi berjuang dan berusaha mandiri demi memahami materi yang diberikan oleh guru , begitu pula dengan tugas yang tak sedikit membuat kesadaran dan menjadi pendorong agar rajin mengerjakan tugas.

Pembelajaran secara daring ini membuat berubah drastis dan ada juga sebagian siswa mengeluh,dampak yang dirasakan karna pembelajaran daring ini menjadi bangkit dan berubah menjadi pribadi yang rajin, mandiri dan jujur, semakin semangat yang dulunya malas sekarang menjadi rajin.

Saya sangat terdorong untuk semangat belajar dan banyak pula siswa siswi yang mengeluh adanya perubahan belajar ini, untuk saya cara mengatasi permasalahan harus banyak bersyukur, selalu tanggap dengan metode pembelajaran yang cepat ini, kita harus belajar mandiri mengerjakan tugas dengan cepat , jangan sampai menunda tugas tersebut, menunda membuat tugas menumpuk dan membuat kita menjadi malas akan mengerjakannya.

Terkadang saya juga merasa jenuh ketika tidak ada kegiatan saat libur guru tidak ada yang memberikan tugas, apalagi saat pandemi seperti ini kita dilarang untuk melakukan kegiatan di luar ruangan. Saya pribadi mengatasi kejenuhan itu dengan cara mencari kegiatan yang tak melibatkan kegiatan diluar ruangan seperti menggambar. Karena menggambar merupakan salah satu kegiatan yang aman saat dilakukan di rumah, cocok sekali dilakukan saat lock down seperti ini.

Dengan menggambar saya menjadi tak jenuh dan bosan ketimbang tidur,
pandemi bagi saya tak menghambat saya untuk berkembang, saya berpikir bagaimana cara mengembangkan prestasi di era pandemi seperti ini, Saya mempunyai gadget bisa digunakan untuk mencari informasi di dunia global.

Ternyata pandemi tak menghambat para pemuda pemudi seperti saya .kita tetap bisa mengembangkan prestasi dan kemampuan kita meski dengan cara daring . Banyak sekali competition yang diadakan dalam bidang pendidikan seperti competition, perlombaan yang bisa kita ikuti secara daring.

Tak hanya dampak negatif saja yang bisa dirasakan dimasa pandemi tetapi juga dampak positif, aktivitas boleh lockdown tetapi prestasi harus tetap meningkat. Dengan adanya pandemi membuat saya semakin semangat ,yang dulunya tak pernah meraih prestasi adanya pandemi saya bisa terdorong untuk semangat maju dan mandiri.

Dihari pendidikan nasional ini mari kita renungin bersama apa permasalahan di dunia pendidikan diantaranya itu moral dan karakter peserta didik, disaat ini norma prilaku siswa terhadap guru sangat menurun drastis banyak siswa melawan sama gurunya bahkan ada yang membantah saat disuruh mengerjakan tugas.

Maka dari itu peran guru terhadap dunia pendidikan lebih ekstra dalam mendidik generasi anak bangsa,apalagi sekarang zaman sudah modern semua serba internet banyak situs-situs negatif yang bisa menurunkan prilaku & tata krama seorang pelajar.

Menurut saya untuk memperbaiki moral dan etika para pelajar pihak sekolah harusnya mengadakan kegiatan rohis (rohani Islam), pastinya dilakukan secara virtual karna kita masih dalam keadaan pandemi, selain itu peran orang tua sangat penting juga karena guru hanya mendidik sekitar 6 sampai 7 jam selanjutnya orang tua lah yang mengawasi anak-anaknya.

Saat ini banyak orang tua yang tidak terlalu peduli terhadap anaknya mungkin karena kesibukkan kerja atau hal lainnya, sehingga apa yang terjadi kasih sayang orang tua terhadap para anaknya berkurang. (*)

PENULIS : Latifah Indriyani Juara 3 Tingkat Nasional Lomba Designature kategori ilustrasi Tahun 2020, Alumni SMAN 5 Kabupaten Tebo.

ADVERTISEMENT