Bupati Tebo Minta OPD Menyikapi Sumber Biaya dan CSR Perusahaan

Dibaca: 392 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Pemkab Tebo menggelar rapat Organisasi Perangkat Daerah tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021, Senin (02/3/2020), di Aula Bappeda dan Litbang, Kabupaten Tebo.

Bupati Tebo, Sukandar secara gamblang, memberikan arahan terkait kiat serta usaha dalam bekerja, mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah.

“Penyusunan program pembangunan berprinsip pada bidang prioritas meliputi, pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama dan budaya serta dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” jelas Sukandar.

Dikatakan, OPD harus segera mengambil langkah – langkah dalam menangkap dan menyikapi peluang sebagai sumber pembiayaan pembangunan, seperti APBD Provinsi dan Pusat, serta dukungan dari CSR perusahaan sehingga program kerja capai target.

“Pada prinsipnya kita menyambut baik adanya usulan yang sudah ada. Tapi fokus tetap pada pencapaian target RPJMD. Untuk itu, kepada seluruh OPD, dan pegawai di lingkungan Pemkab Tebo, harus berkomitmen, juju, disiplin, kerja keras, kerja ikhalas dan kerja tuntas,”katanya.

Selain itu, melakukan efesiensi dan efektifitas belanja mengantisipasi keterbatasan penerimaan APBD perangkat Daerah, untuk mengambil potensi dan kesempatan dalam menunjang pembangunan di Kabupaten Tebo.

“Mari kita tinggalkan legacy untuk generasi penerus di Tebo, karena yang akan diingat oleh masyarakat adalah tingkah laku dan hasil kinerja kita. Tidak kalah pentingnya saya harapkan pada masing-masing OPD, meningkatkan sinergitas dengan memantapkan dan menerapkan cross cutting dalam setiap kegiatan,” tukasnya.

Kepala Bappeda dan Litbang Tebo, Hendry Nora mengatakan, penyusunan rancangan RKPD tahun 2021 ini, bertujuan untuk menyepakati permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan daerah, program, kegiatan, pagu indikatif, indikator, dan target kinerja serta lokasi.

“Yang paling penting, bisa mewujudkan rencana pembangunan tahunan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan daerah. Bisa mewujudkan kesadaran konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan,” tukasnya. (asa)

ADVERTISEMENT