CE-Ratu Gagas Program Desa Wisata yang Inovatif Berbasis Kearifan Lokal

Dibaca: 257 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Pentingnya peranan desa dalam roda ekonomi masyarakat ternyata menjadi perhatian serius Cagub Jambi Drs H Cek Endra (CE) . Selain akan menyiapkan anggaran Rp 200 Juta per desa, Cagub nomor urut 1 juga menggagas program desa wisata yang inovatif berbasis kearifan lokal.

“Jambi kaya akan budaya, setiap desa mempunyai potensi yang bisa dijadikan desa wisata. Baik itu wisata alam, wisata religi, wisata budaya, wisata adat dan istiadat,” ujar Cabup yang berpasangan dengan Ratu Munawaroh Zulkifli ini.

CE menjelaskan, kehidupan masyarakat desa yang sejuk, damai dan tentram serta dengan kearifan lokal tentu bisa menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Karena itulah, dirinya bersama dengan Ratu Munawaroh menempatkan program desa wisata sebagai program unggulan.

“Ketika desa wisata berbasis kolaborasi terbangun, maka desa wisata ini akan menjadi platform yang mengagregasi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, budidaya. Dari situ, bisa muncul tempat kuliner, oleh-oleh, kerajinan tangan, penginapan dan jasa transportasi serta UMKM.” lanjut CE.

CE menyebutkan, pada tahap awal dirinya akan menginisiasi desa mana saja yang nantinya bisa dikembangkan sebagai desa wisata. “Jika CE-Ratu diberi amanah memimpin Jambi, kita akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendata desa-desa yang bisa dikembangkan pada tahap awal. Mana desa yang berpotensi kita garap.” jelas CE.

Lebih jauh dikatakan, dalam masa pandemi Covid-19 memang sektor patiwisata paling terpukul. Akan tetapi, pada masa post-Covid, orang akan jenuh hanya berdiam di rumah.

“Dengan budjet ringan, perjalanan menuju desa wisata bisa menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan terapi diri selama masa pandemi. Desa wisata bisa juga menjadi cara paling cepat membangun ekonomi masyarakat,” sebut CE.

Kenapa harus desa wisata, menurut CE, jika wisata dikelola pemerintah, pendapatan yang dihasilkan juga akan masuk ke pemerintah. Sedangkan masyarakat tidak bisa menikmati langsung. “Jika desa wisata terbentuk, semua sektor tentu bisa bergerak,” tutup CE. (zek)

ADVERTISEMENT