Hina Bupati Bungo di Media Sosial, Pemilik Akun Ini Dipolisikan

Dibaca: 3.258 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ujaran kebencian, fitnah serta pencemaran nama baik seolah sudah menjadi biasa ditengah masyarakat, utamanya di warga sosial media. Bahkan bahasa maupun editan gambar sudah diluar kepantasan dan tidak layak dipertontonkan.

Baru-baru ini, institusi kepolisian Polres Bungo juga pernah mendapat ujaran kebencian dari netizen di media sosial Facebook. Dengan hitungan jam pelakunya dapat diciduk.

Kali ini ujaran kebencian itu, terjadi lagi ditujukan kepada Bupati Bungo H Mashuri S.P.ME, pemimpin bumi langkah serentak limbai seayun ini menerima ujaran kebencian yang di posting akun Desra Putra, Jum’at sekitar pukul 01.00 Wib di group Facebook BAKATPAI milik salah satu warga bungo.

Postingan netizen yang diduga menggunakan akun anonim ini langsung viral, berikut postingan tulisan dan isi tulisan di gambar Bupati Bungo H Mashuri S.P.ME.

“Kawan kawan mari kita demo bupati pant** ini ayo kawan kawan kumpulkan masyarakat untuk turunkan bupati tidak bnar seperti bupati ini,” tulis status Desra Putra yang di sebarkan lewat gruop BAKATEPAI.

“Bupati pat** banyak janji tapi macam tai galo janjinyo, H Mashuri Pant**,” tulis di foto H Mashuri.

Hari itu juga, Ba’da Jumat (29/9/2017) akun Desra Putra langsung dilaporkan ke Mapolres Bungo, dengan tuduhan terkait penggunaan transaksi elektronik, ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik.

Tak hanya akun Desra Putra, laporan yang didukung empat organisasi, diantaranya. MD KAHMI Bungo, PC SAPMA PP, LSM Garuda, LSM GNPK RI. Pelapor juga melaporkan Admin Group BAKATPAI dengan dasar dugaan membiarkan ujaran kebencian masuk ke dalam group tersebut secara bebas.

“Kita sudah laporkan, tinggal menunggu langkah dari pihak kepolisian,” ujar Rizki Putra dijumpai usai melapor di Polres Bungo.

Sejumlah tokoh masyarakat ikut mengutuk tindakan tersebut, dan mendukung Kepolisian Polres Bungo mengusut pemilik akun Desra Putra untuk di proses hukum.

Wasekjen DPP PAN, M Mahili HM, SH.MH mendesak Kapolres Bungo untuk bertindak cepat.

“Kita mengutuk keras, kita minta kepolisian Polres Bungo segera mengusut siapa pelaku yang menyebarkan ujaran kebencian ini, tidak hanya sebatas pelaku utama tapi juga sampai ke akar-akarnya, menurut kita pelakunya tidak hanya satu orang, ada oknum atau kelompok dibelakang pelaku ini,” ucap Mahili.

“Kita juga akan meminta dialog dengan kepolisian, beberapa elemen masyarakat nanti akan ikut terlibat,” tambahnya.

Sementara Ketua DPC NasDem Kabupaten Bungo, H Bachtiar Ahmad juga menyayangkan kritik berlebihan yang sudah diluar batas kepantasan.

“Menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah inikan bukan budaya kito, tidak mencontohkan budi pekerti kito. Kalau ingin mengkritik boleh saja tapi harus santun dan beradab. Kepolisian harus berani memproses ini, kalau polisi tidak berani maka ini akan terus bermunculan kedepannya, bukan hanya bupati tapi bisa saja menimpa siapa saja. Jika ini bertentangan dengan Undang-Undang, ya jelas harus di proses segera,” tegas H Bachtiar Ahmad.

Selain itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Bungo, Taqi Marwah ikut mengutuk tindakan tersebut. Menurutnya jika ini dibiarkan maka hal ini akan menjadi insiden buruk di tengah masyarakat Bungo.

“Kita ini masyarakat timur yang beradab dan ber adat, Kubu saja tidak seperti itu, bahasa seperti itu sangat tidak layak, mulut kotor seperti itu harus diberi pelajaran, masak seenaknya saja mengatakan pemimpin dengan bahasa seperti itu,” ungkap Taqi Marwah.

“Kita juga minta kerja sama kepolisian, mereka aparat penegak hukum, yang seperti ini jangan dibiarkan, hari ini kalau masih dibiarkan maka kedepannya ini jadi insiden buruk ditengah masyarakat Bungo yang beradat,” tutupnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian Polres Bungo belum bisa dimintai keterangan, terkait laporan tersebut. (zek)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT