Diduga Perangkat Desa Wanareja 86 Kan Kasus Perselingkuhan

Tak Ada Uang 50 Juta, Sertipikat Ditahan Untuk Jaminan

Dibaca: 2.728 kali
Sertipikat Ditahan Pihak Desa.

SIDAKPOST.ID,TEBO – Kasus selingkuh warga Pandan Ujung Desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu Tebo akhirnya terkuak. Kasus tersebut kuat dugaan di 86 kan oleh Perangkat Desa yang notabene Kadus dan Ketua RT Jalan Pandan Ujung Wanareja.

Pasalnya penanganan kasus terkesan pemerasan yang dilakukan Kadus Kasno besama ketua RT Wandi. Kerana dengan mendenda sejumlah uang kepada pelaku selingkuh yakni terhadap JM warga Desa Sumbersari Rimbo Ulu dan DW warga Desa Wanareja Rimbo Ulu.

Kronologi kejadian, DW berstatus bersuami warga Wanareja Rimbo Ulu bermain serong alias selingkuh dengan JM berstatus beristri warga Sumbersari Rimbo Ulu yang sudah belangsung lama.

Perselingkuhan ini diketahui setelah lebaran ketiga Idul fitri, warga jalan Pandan Ujung menggeruduk rumah orang tua DW mencari tahu kasus perselingkuhan yang dilakukan DW dengan JM. Akhirnya DW mengakui perbuatannya saat disidang oleh Kadus Kasno, Ketua RT Wandi, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat, oleh karenanya JM dan DW dikenakan denda uang Rp. 50 juta.

Namun, karena DW tidak punya uang maka Sertifikat Tanah atas nama orang tua DW dijadikan jaminan tenggang waktu selama 10 hari menjelang DW punya uang membayar denda yang di minta Kadus dan RT Jalan Pandan ujung. Sedangkan Sertifikat tersebut sementara ditahan oleh Ketua RT Wandi.

Kadus Kasno didampingi Ketua RT Wandi di konfirmasi, Sabtu (1/7/2017), pihaknya mengakui  mendenda DW dengan sejumlah uang karena sudah berselingkuh dengan suami orang.

”Benar kami mendenda DW warga Jalan Pandan Ujung Sejumlah uang untuk cuci Jalur, karena DW tidak punya uang ya Sertifikat Tanah orang tuanya kami tahan menjelang DW bisa membayar denda tesebut,”Tegas Kasno yang di aminkan Wandi.

Kades Wanareja melalui Kaur Keuangan Jundi saat dikonfirmasi terkesan kebingungan saat ditanya terkait kasus perselingkuhan yang  ditangani oleh Kadus dan Ketua RT tersebut.” Soal kasus itu belum ada laporan sampai kepada kami dan saya no koment lah,”Singkat Jundi.

Sementara, Kapolsek Rimbo Ulu Iptu Asep hermana saat dihubungi mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima adanya laporan dari pihak Desa Wanareja terkait kasus perselingkuhan.

”Kami memang belum menerima laporan terkait kasus itu. Dan kami akan segera cross cek ke lapangan kebenarannya,”Tegas kapolsek.

Data yang berhasil dihimpun dilapangan DW merasa tertekan psikologis yang dialami oleh suami DW. Karena tak tahan menanggung malu akhirnya suami DW melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri sebanyak dua kali, namun masih bisa terselamatkan. Ironisnya nyawa suami DW nyaris melayang dan akhirnyapun rumah tangga DW pun berantakan akan bercerai. Kasus perselingkuhan ini terkesan di komersilkan. (Sp03)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT