Tradisi Bekarang Ikan di Kecamatan Vll Koto Ilir Menjadi Daya Tarik Pengunjung

Dibaca: 414 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Desa Pasir Mayang Kecamatan Vll Koto Ilir Kabupaten Tebo memiliki tradisi adat yang masih sangat terjaga ditengah derasnya arus globalisasi sekarang ini.

Salah satunya adalah Tradisi Bekarang Ikan atau yang di kenal dengan sebutan Bekarang Bersamo, bertempat di Danau Mengkuwang yang terletak di Rt 01 Desa Pasir Mayang.

Pantauan Wartawan sidakpost.id dilokasi, Sabtu (1/6/2019) terlihat masyarakat Desa Pasir Mayang mulai berbondong-bondong berkumpul ditepi Danau Mengkuang.

Selain masyarakat juga turut hadir bekarang mulai dari Kades, Ketua BPD, Ketua Lembaga Adat, tokoh Pemuda dan masyarakat setempat. Masyarakat yang hadir saling adu cepat berlomba menangkap ikan di Dabsu ini dengan menggunakan perangkap.

Saat dikonfirmasi sidakpost,id Ketua Lembaga Adat Desa Pasir Mayang Sulaiman mengatakan, tradisi bekarang ini memang sudah melekat di Desa Pasir Mayang dan ini merupakan peninggalan Nenek moyang di Desa ini. apabila Danau Mengkuwang airnya dangkal maka masyarakat akan bekarang ikan di Danau ini.

“Bekarang merupakan budaya khas Desa Pasir Mayang pada setiap setahun sekali yang dilakukan oleh masyarakat di Danau Menguwang, masyarakat sekarang ikan menggunakan pukat dan lainnya,” jelas Ketua Lembaga Adat Desa Pasir Mayang.

“Tradisi Bekarang Ikan di Desa Pasir Mayang ini harus dilestarikan. Sekaligus dalam peningkatan promosi potensi obyek wisata yang ada di Desa Pasir Mayang, ” ujar Sulaiman.

Hal yang sama juga dikatakan Kades Pasir Mayang A. Ansori, bahwa bekarang Ikan atau di sebut bekarang besamo merupakan tradisi msyarakat Desa Pasir Mayan sehal zaman dulu. Budaya khas bekarang ikan ini merupakan suatu kegiatan yang menarik perhatian publik.

“Masyarakat Pasir Mayang terus melestarikan khas Budaya Bekarang ikan di Danau Mengkuwang, angan sampai tradisi ini hilangtergerus dengan kemajuan zaman,” ujar A. Ansori Kades Pasir Mayang.

Komentar ibu Lita warga yang ikut bekarang ikan di Danau Mengkuwang, menurutnya ia telah mempersiapkan alat menangkap ikan sejak jauh hari dengan harapan bisa mendapat ikan yang lumayan.

“Kalau dangkal air Danaunya ikannya mudah masuk perangkap, kegiatan sekarang seperti ini menjadi daya tarik pengunjung dari luar daerah karena langja terjadi di tempat lain,” kata Lita Warga Setempat. (nwr/asa)

ADVERTISEMENT


























ADVERTISEMENT






ADVERTISEMENT