Pembagian Sapi Dari Uang Desa Dipersoalkan Warga

Masing-Masing Perangkat Desa Dapat Jatah Sapi Warga Miskin Gigit Jari

Dibaca: 628 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Kendati diperbolehkan Dana ADD atu Dana Desa diperuntukkan penggemukan oleh pihak Desa mengacu pada poin Pemberdayaan Masarakat.Namun alokasi penggemukan sapi dianggap tidak tepat sasaran akhirnya menuai kritikan pedas dari msyarakat.

Hal ini menimbulkan kritikan pedas dari kalangan masyarakat miskin yang melihat apa yang dilakukan pihak desa tersebut tidak sesuai. Berkaca dengan desa lain, sibuk membangun sarana pendidikan anak usia dini, namun hal terbalik Dana Desa dan Anggran Dana Desa untuk membeli sapi untuk para perangkat.

Ironisnya, para perangkat desa mendapat jatah tiga ekor sapi, dan masing-masing anggota BPD mendapat jatah dua ekor sapi. Dari jumlah keseluruhan perdesa tak kurang dari 35 ekor sapi yang di bagi-bagi, sedangkan warga miskin hanya melihat saja alias tidak dapat jatah sapi.

”Iya pak, pokoknya hari ini para Kadus, BPD semua menerima Sapi pak. Saya tahu siapa saja yang menerima Sapi dan dimana tempatnya,”Ujar warga yang tak ingin namanya disebut.

Kades Sidorukun Kecamatan Rimbo Ulu kepada sidakpost.id, Kamis (1/6/2017) berkometar, selagi semua melalui proses musyawarah dan tertuang dalam RAPBD Pembelian Sapi untuk penggemukan dari Dana ADD atau DD tidak masalah.

”Tetapi ya kurang etislah kalau yang menerima sapi kok para pejabat teras Desa saja, sementara warga miskin tidak ada yang menerima penggemukan Sapi,”Ujar Kades Sukirno.

A’as Sunarya Kades Perintis Kecamatan Rimbo Bujang juga angkat bicara, memang tidak menyalahi aturan kalau memang itu berdasar Musyawarah desa itu ada pada poin Pemberdayaan Masyarakat.

”Tetapi penggemukan sapi bukan untuk para Kadus dan BPD itu tidak benar namanya, melainkan untuk warga miskin dan pihak Kadus dan BPD hanya mengawasi penggemukan Sapi tersebut,”Tegas Kades A’as.

Kepala BPMPD Kabupten Tebo Suyadi.SH dikonfirmasi menyebutkan pada prinsifnya boleh saja, karena memang itu ada dalam juknis penggunaan DD, bisa melalui program penggemukan atau menggaduh sapi dan secara teknis di lapangan itu Kades yang mengaturnya.

”Untuk lebih jelas silahkan tanya saja kepada Kades yang bersangkutan, “Singkat Suyadi. (tim)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*