Diajak ke Pasar oleh YBKB, Pasutri Tunawicara Beli Baju Lebaran

Dibaca: 416 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Umi kalsum tak lain keponakan dari Mahmud pasutri Tunawicara kampung Suka Maju, dusun Mangun Jayo, sangat terharu dan senang melihat perhatian YBKB bersama JOIN kepada pamannya itu.

“Kami tidak mengira bang kalau paman kami ini dibawa kepasar untuk membeli baju lebaran oleh ibu-ibu dari Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa berama JOIN ke kota Muara Bungo,” ucap Umi Kalsum.

Ungkap Umi, semenjak beritanya viral di media online memang sudah beberapa orang yang datang ke rumah Mahmud sekeluarga. “Ini sungguh diluar dugaan, perhatian kepada paman kami ini, dan kami hanya berdoa semoga allah Swt membalas kebaikan semua,”katanya.

BACA JUGAResmi, Sidakpost.id Terverifikasi Dewan Pers

Sementara Nazia Ibrahim ketua Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB) Jambi menyebutkan, semua program ini tak lain membantu masyatakat di Bungo. Sengaja para keluarga penerima THR ini diajak ke pasar biar mereka memilih apa yang mereka inginkan jelang idul fitri.

“Tadi sore semua peneriam THR lebaran kita ajak berbelanja membeli baju untuk mereka. Dengan mereka dibawa ke toko bisa memilih apa yang mereka inginkan. Karena sebentar lagi kan lebaran,”ucap Nazila, Sabtu (1/05/2021).

Pihaknya minta doa restu kepad pasutri tunawicara agar semua pengurus YBKB, para dinatur dan rekan-rekan JOIN agar diberikan umur panjang, dimudahkan rezekinya dan sehat selalu.”Doakan kami ya pak biar sehat selalu aamin,”ungkap Nazia Ibrahim.

BACA JUGAKisah Sedih Pasutri Tunawicara Tinggal di Gubuk Bambu

Ketua JOIN Jambi, Zakaria mengatakan, pemberian THR hari raya kepada pasutri tunawicara ini, sangat langka. Pasalnya, alur ceritanya seperti di sinetron karena mereka semua diajak kepasar membeli baju dan kebutuhan lebaran.

“Sungguh sangat luar biasa YBKB telah memberikan THR kepada kaum duafa dengan cara langsung belanja bersama penerimanya. Bahkan dari keluarganya juga ada yang meneteskan air mata tidak menyangka keluarganya itu menadapat perhatian yang sangat serius,”katanya.

Dikatahui, pasutri tunawicara bernama Mahmud tinggal di gubuk bambu ukuran 3×3 meter beratapkan daun berlantaikan bambu. Semoga dengan perhatian YBKB pak Mahmud berserta istri bisa tinggal di rumah layak huni. (rul/red)

ADVERTISEMENT