Gandeng Stakeholder, BKKBN Jambi Optimalkan Promosi Kesehatan Anak

Dibaca: 337 kali
Pertemuan Optimalisasi Peran Serta Stakeholder dalam promosi kesehatan bagi anak/Foto : sidakpost.id (Ratna)

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Terkait masalah kesegaran kepada anak BKKBN Provinsi Jambi terus optimalkan mengandeng stakeholder, dalam promosi kesehatan di Hotel Aston, Selasa (01/03/2022). Kegiatan berlangsung dua hari kedepan diikuti 33 dari 11 kabupaten/kota.

Ketua panitia, H. Anthoni Erolflin dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dibuka oleh kepala perwakilan yang diwakili Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Yuslidar.

“Kesehatan reproduksi dalam program pembangunan keluarga berencana (KB), kegiatan peningkatan kualitas kesehatan  termasuk peningkatan kualitas hidup ibu, bayi, dan anak hingga pencegahan HIV AIDS serta pencegahan kanker alat reproduksi dan penanggulangan infertilitas,”ujarnya.

Dikatakan, anak perlu memahami dan mengenali tubuhnya sejak dini. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya.

“Upaya ini berguna untuk melindungi anak dari kejahatan seksual. Hal itu harus dilakukan dalam pengawasan, bimbingan orangtua dan stakeholder,” kata Anthoni.

Sementara itu, Yuslidar,S.P mengatakan, ini adalah langkah optimalisasi peran stakeholder dalam promosi kesehatan Reproduksi, anak akan dilaksanakan dalam bentuk pertemuan.

Dengan memberikan informasi dan pengetahuan terbaru tentang siklus kesehatan reproduksi kepada pengelola dan pelaksanaan program KB di daerah. serta sarana sharing pengalaman dalam pengelolaan program KB.

“Narasumber dalam kegiatan hari ini ada, Koordinator Bidang KB/KR, BKKBN Provinsi Jambi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jambi, Klinik Oemah Sejiwa, dan Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2 Provinsi,” paparnya.

Menurut organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa ini transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa, artinya proses pengenalan dan pengetahuan reproduksi sudah dimulai dan dipahami oleh remaja.

Salah satu masalah yang sering terjadi akibat kurangnya edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja yaitu terjadinya penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi.

“Tanpa kita sadari remaja sekarang sudah banyak melakukan hubungan seksual ini berbahaya. Biasanya ini dampak dari kurangnya edukasi kita terhadap anak remaja, ini sangat berakibat fatal hingga remaja nekat melakukan aborsi yang membahayakan nyawa mereka sendiri,”tambahnya.

Bahkan kata Yuslindar, remaja tulang punggung negara. Untuk itu, pentingnya mengawal remaja menjadi keluarga yang berkualitas. Negara akan maju di dukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja penting, dalam mendukung peningkatan kualitas penduduk, yang akan melahirkan generasi tangguh terhindar dari stunting,”pungkasnya. (adv/rat)

ADVERTISEMENT