PNS Bungo, Nyaris Jadi Korban Penipuan Via Telepon

Dibaca: 641 kali
fhoto/Ilustrasi penipuan via telepon.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Masyarakat Bungo kembali diresahkan maraknya aksi penipuan berkedok infirmasi via telepon bahwa salah satu anggota keluarga mengalami kecelakaan dan ujung-ujungnya meminta tranfer sejumlah uang.

Insiden tersebut dialami, Elvi Sumarni, seorang PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Modus telepon berkedok penipuan tersebut dialaminya, Rabu (22/11/2017) sekira pukul 12.00 WIB.

Bahkan, modus yang dijalankan oknum penipu itu belakangan kian canggih dan beragam hingga banyak masyarakat hingga kalangan pejabat nyaris teperdaya tipuan oleh orang tak dikenal tersebut.

Elvi Sumarni saat ditemui mengatakan, tepat pukul 12.00 WIB siang tadi, dia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dokter dari Rumah Sakit Umum M Jamil Padang Sumater Barat.

Dalam teleponnya, oknum memberitahu bahwa putrinya, Nabila Fahrunisa (18), yang sedang kuliah di UIN Imam Bonjol Padang mengalami kecelakaan, jatuh dari tangga kampus mengakibatkan pendarahan di kepala dan menagalami geger otak.

“Setelah mendapat informasi tersebut saya langsung panik dan bingung. Oknum penipu itu bulang bahwa anaknya akan segera di operasi jadi dalam waktu 10 menit pihak keluarga harus bisa mentransfer segera sejumlah uang, untuk keperluan insiden tersebut,” kata Elvi.

Sebut Elvi, memang pada waktu itu dia bingung tak tahu, mau berbuat apalagi karena mendapat kabar bahwa anaknya yang sedang kuliah di UIN Imam Bonjol Padang jatuh dari tangga kampus.

“Oknum itu bilang jangan lama-lama buk, urus secepatnya karena kalau terlambat berakibat fatal terhadal anak ibu, ” ucap Elvi meniru ucapan oknum penipuan tersebut.

Tak lama kemudian, dia pun baru sadar bahwa yang menelepon itu, adalah seorang penipu. Karena setelah dia hubungi anaknya yang sedang kuliah di UIN padang, tidak terjadi apa-apa dengannya, bahkan anaknya sedang berada di rumah dalam keadaan sehat-sehat saja.

“Siapa yang tak panik, ketika mendengar orang yang kita cintai dikabarkan kecelakaan parah hingga dibawa kerumah sakit. Karena dulu pernah juga terjadi di bungo bahkan korban sudah mentranfer uang puluhan juta rupiah,” ujarnya lagi.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Bungo AKP.Afrito M Macan. S.IK, dikonfirmasi mengatakan, dia berharap masyarakat bungo harus jeli nenerima informasi telepon dari siapapun orang yang tidak dikenal.

Karena lewat informasi tersebut para pelaku kejahatan bisa memanfaatkan uang para korban yang menjadi target mereka. Makanya masyarakat harus lebih berhati-hati menerima informasi yang tidak jelas tersebut.

“Kalau mendapat informasi seperti itu, harus dicek kebenarannya, banar apa tidak apalagi, bagi yang anaknya sedang sekolah atau kuliah diluar bungo. Ingat kejahatan bisa saja terjadi apabila kita tidak jeli maka, kita akan menjadi korban,” harapnya. (zek)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*