Proyek Dinas PUPR Provinsi Lampung Senilai Rp. 5,8 Milyar di Tiyuh Terus Disoal

Dibaca: 177 kali

SIDAKPOST.ID, TUBABA – Pembangunan Ruas jalan Penumangan Baru menuju arah Tegal Mukti tepatnya di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan ‎Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, dipertanyakan oleh Pospera Tubaba saat meninjau lokasi pembangunan yang berada di RK 12 Tiyuh Panaragan

Menurut Dedi Priyono.SH pihaknya telah mengetahui bahwa terdapat dua program pembangunan ruas jalan Penumangan Baru menuju Tegal Mukti yang dikerjakan oleh  PT.Way Kawat Abadi, dan CV. Dua Ribu Lima, saat dalam kondisi buruk dan jauh dari pantauan pelaksana proyek serta Dinas terkait.

“Pada Tahun 2017 ini ada dua Proyek pembangunan dari Provinsi Lampung di Tiyuh Panaragan, yaitu pekerjaan dengan Katagori Pemeliharaan jalan senilai Rp. 1,8 miliar dan pekerjaan pembangunana jalan senilai Rp. 4 miliar, semua dalam kondisi yang harus dipertanyakan sebab ada kondisinya jauh dari standar mutu bangunan, kalau ditotal pagunya mencapai Rp.5,8 miliar,” ujar Ketua Pospera Tubaba Kepada sejumlah wartawan melalui pres rilistnya, Rabu (22/11/2017).

Menurut Dedi, Pihaknya menemukan data Pemilik Pekerjaan tersebut atas nama PT. Way Kawat Abadi yang beralamat Jalan Kolonel Arifin RI Dusun Bumi Jaya RT 9 – RW 3 Sukadana Lampung Timur,  dengan NPWP 80.198.085.5-321.000, untuk pembangunan Ruas Jalan tersebut dengan pagu anggaran mencapai Rp 3.962.128.000 Miliar, ‎ dan dalam kondisi telah rusak.

“Ruas jalan yang ada di Tiyuh Panaragan tersebut merupakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Way Kanan, kondisinya cukup parah dan setiap ada pembangunan diruas jalan tersebut selalu rusak karena mutu yang jauh dari standar konstruksi, sebaiknya memang di bangun dengan rigit beton,” ujarnya.

Sedangkan Menurut pengakuan Ali Helmi, warga Tiyuh Panaragan Suku 12,‎ mengungkapkan bahwa, Pembangunan peningkatan jalan tersebut mulai dikerjaka pada Oktober 2017 lalu, Sepanjang 1.550 Meter yang diawasi oleh pengawas lapangan dari Dinas PUPR Provinsi Lampung bernama Deswanto dan salah satu oknum anggota Kodim Lampung Utara.

“Saya tidak tahu persis proyek itu, rumah saya hanya sebagai tempat penyimpanan material‎, sejak awal pembangunan memang tidak ada plang atau papan proyek yang dipasang oleh rekanan, yang saya ketahui hanya pak Agung dan Deswanto sebagai pengawas pekerjaan dari Dinas PUPR Provinsi serta didampingi oleh orang Kodim dari Lampung Utara yang saya tidak tahu namanya,” terang Ali helmi, kepada sidakpost saat dijumpai dikediamannya, Rabu (22/11) sekira pukul 10.00 Wib.

Sedangkan menurut pengakuan atas nama Agung warga menggala, yang mengaku bahwa pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan miliknya, hanya‎ pekerjaan peningkatan jalan hotmix sepanjang 1.550 meter dengan nilai Rp.1,7 Miliar, dan telah dikerjakan pada awal bulan September 2017 lalu.

“Pekerjaan itu milik saya, perusahaannya juga milik saya, itu pekerjaan bukan Senilai Rp. 4 Miliar karena nilai itu masuk APBD-P Provinsi dan sedang dikerjakan oleh pemiliknya bernama Komang, yang punya saya nilainya Rp.1,7 milia,” terang Agung.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Provinsi Lampung belum dapat di konfirmasi terkait permasalahan ini. (her)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*