Gawat Guru Honor SMA 2 Tebo Mengeluh Gaji Disunat

Edi Widodo : Kami Berpedoman Pada Juknis dan Regulasi Pemprov

Dibaca: 718 kali

SIDAKPOST.ID,TEBO – Kasus pemotongan gaji guru honor dari Provinsi Jambi, yang diperutukan untuk guru honor di SMA dan SMK kembali menuai permasalahan. Pasalnya gaji yang sudah dicaerkan dari Provinsi untuk guru honor di SMAN 2 Tebo, diduga disunat oleh pihak sekolah.

Hal ini dimatakan langsung oleh beberapa guru honor yang sengaja menceritakan keluh kesah mereka kepada, sidakpost.id. Bahkan kata sumber yang dapat dipercaya, ia bersama guru honor yang lain, sangat kecewa atas sikap pihak sekolah yang sengaja memotong gaji mereka.

“Seharusnya gaji guru honor yang dikeluarkan dari Provinsi harus disalurkan kepada guru honor yang berhak menerima sesuai jam kerja yang dilaksanakan,”Tutur sunber yang enggan namanya disebut.

Ironisnya ada sekitar empat bulan gaji guru honor tidak dikelaurkan oleh pihak sekolah. Padahal dari Provinsi sudah dicaerkan. Bahkan pihak sekolah berdalih bahwa gaji yang sudah dicaerkan dari provinsi tersebut, digunakan untuk mengganti uang komite yang sudah terpakai.

“Untuk jumlah pemotongan yang dilakukan oleh pihak sekolah, sesuai jam kerja yang sudah dilaksanakan. Mulai dari satu juta bahkan lebih yang sengaja dipotong hak kami oleh pihak sekokah,”Ungkapnya, Sabtu (20/5/2017).

Lebih jauh dikatakannya, para guru honor rela gajinya dipotong, dengan sarat uang komiter dikembalikan kepada wali murid yang pungut Rp.80 perbulan dari seluruh siswa.

“Sekolahkan sudah ada Dana Bos untuk Operasional, kenapa harus dana komitet yang dikorbankan. Bahkan untuk gaji guru honor sudah ada dari Provinsi kenapa harus memungut dari komiter lagi,”Ujarnya dengan nada sedih.

Sementara Kepala sekolah, SMAN2 Tebo, Edi Widodo saat dikonfirmasi sidakpost.id yang didampingi oleh Wakil Kepsek, Emsastril yang juga tak lain sebagai bendahara komite mengatakan, bahwa tidak benar adanya tudingan yang mebgatakan bahwa pihak sekokah telah memangkas gaji guru honor.

“Kami bekerja berpedoman pada juknis dan regulasi dari pemerintah Provinsi, bahwa sumber untuk membayar honor guru tidak boleh lebih dari satu sumber ya jadi uangnya kami tahan buat membayar atau mengganti Dana Komite yang terpakai. Uangnya masih ada kami simpan sebagai saldo menunggu rapat komite dan mau di kemanakan dana sisa ini,” Pungkas Edi Widodo. (tim)



1 Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*