Giat Operasi Simpatik di Tebo, Satgas Gakkum Tilang Truk Melebihi Muatan

Dibaca: 200 kali
Truck melebihi muatan Ditilang Polisi.

MUARA TEBO – Polres Tebo untuk mencapai target kegiatan dan menciptakan kerjasama sinergiitas lintas sektoral antara Polri dengan Instansi terkait, Satlantas Polres Tebo gandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Tebo melakukan kegiatan pembagian stiker dan penyuluhan kepada seluruh pengendara kendaraan baik Roda 2 maupun Roda 4 untuk tertib dalam berlalu lintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat jam pengaturan lalu lintas diwilayah Kawasan Tertib Lalu lintas yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan motto ” jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, menuju Indonesia tertib bersatu keselamatan nomor satu”.

Di lain tempat pada saat melaksanakan Patroli Satgas Gakkum Operasi Simpatik Siginjai 2017, melakukan penegakkan hukum berupa Tilang kepada Pengendara Roda Enam. Pasalnya, Pengemudi Truk ini membawa muatan melebihi kapasitas dan batas standar minimal pengangkutan.

Setelah melakukan penegakkan Petugas juga memberikan Peyuluan agar Pengemudi tersebut tidak mengulangi kesalahanya lagi membwa muatan melebihi Tonase Jalan yang  membahayakan bagi dirinya sendiri juga pengendara lain serta dapat merusak Jalan.

Kasat Lantas Polres Tebo AKP Nafrizal.SH, melalui Kbo Sat Lantas Polres Tebo Ipda Winarno.SH membenarkan kegiatan Operasi Simpatik dan melakukan penegakkan hukum bagi pelanggar Lalln.

“Penegakkan hukum yang dilakukan oleh Satgas Gakkum ini, mengingat sudah beberapa kali Petugas memberikan teguran kepada Sopir yang mengangkut muatan melebihi standar batas pengangkutan, namun masih banyaknya pengendara atau Sopir yang mengulangi dengan mengangkut muatan melebihi Tonase Jalan, “Ujar Ipda Winarno.SH

Ditambahkannya, bagi para Sopir yang masih membandel, akhirnya Petugas melakukan penindakan dengan menilang agar para Sopir ada efek jerah dan lebih tertib lagi.

”Petugas Satgas Gakkum juga  memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada Pegendara, agar tidak mengulangi perbuatan kesalahannya lgi,”Tandas Ipda Winarno. (asa)



Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*