Diduga, Rio Mark Up Dana Desa, BPD Minta Penegak Hukum Usut Tuntas

Dibaca: 949 kali
Inilah Sarana Penyebrangan di Dusun Paku Aji, Menelan Dana Rp 144 juta lebih Dipertanyakan Tomas dan BPD.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Masyarakat dan Ketua Badan Permusyawaratan Dusun (BPD), Dusun Paku Aji, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo Jambi, menyayangkan sikap Rio (Kades) yang tidak transparan dalam mengelola anggaran.

“Kami sangat menyayangkan sikap Rio yang tidak transparan dalam pembangunan yang ada di dusun kami ini. Seperti hal pembuatan sarana transfortasi peyeberangan sungai yang menelan dana sebesar Rp 144.655.800,” kata Ketua BPD, Nurdin saat ditemui dirumahnya, Rabu (14/02/2018).

Perahu dan Sarana Penyebrangan Gelontorkan Dana Desa, Rp 144 juta lebih Dipertanyakan Warga dan BPD Setempat.

Dirinya mengatakan, keterbukaan informasi tentang pembangunan yang ada di Dusunnya, sangat tidak terbuka. Yang parahnya lagi, dia tidak pernah diberikan tahu berapa jumlah dari anggaran yang digunakan untuk pembangunan transfortasi penyeberangan sungai batang tebo.

“Hingga kini, transportasi yang menelan dana Rp 144 juta lebih ini, sudah satu tahun tidak ada manfaatnya. Kok bisa pembuatan sarana yang bersumber dari dana desa ini, terkesan mubazir, bahkan tidak masuk akal dana yang sudah dikeluarkan dengan hasil yang ada, ” ujarnya.

Selama ini, Rio tidak pernah transparan dalam penggunaan seluruh anggaran yang ada di dusun. Jagankan masyarakat, dia selaku ketua BPD saja tidak tahu secara jelas berapa dana yang digunakan oleh Rio untuk membangun.

“Seperti halnya, pebuatan tangga beton menuju sungai tidak begitu jelas, semuanya hanya dia saja yang tahu. Seharusnya Rio, lebih terbuka berapa dana yang dikeluarkan dalam setiap ada pembangunan, ” ungkapnya lagi.

Sebutnya, dia berharap agar permasalahan ini, bisa ditindak lanjuti oleh penegak hukum baik itu dari pihak terkait di Kabupaten. Kalau terus dibiarkan seperti ini, maka yang dirugikan uang negara dan masyarakat banyak.

“Harapannya, setiap ada pembangunan mari ajak semua elemen masyarakat yang ada di dusun, biar mereka tahu semua penggunaan anggaran yang ada di dusun, jadi masyarakat tidak lagi curiga dengan kami selaku BPD, ” tegas Nurdin.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyaratakat setempat, Muslim terkait sarana peyebrangan yang sudah dibangun oleh Rio, sagat tidak sesuai. Karena dananya begitu besar, tapi hasilnya bisa bapak lihat sendiri.

“Secara rinci, saya selaku tokoh masyarakat tidak mengetahui secara jelas berapa anggaran yang digunakan, untuk membuat perahu serta tiang dan kabel untuk sarana transfortasi penyebrangan yang sudah dibugun oleh Rio, ” kata Muslim.

Sementara, Rio Dusun Paku Aji, Martoni saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang sudah dia lakukan sudah sesuai dengan aturan, memang dalam pembuatan sarana transfortasi untuk penyebrangan warga, anggarannya berkisar Rp 144 juta lebih.

Dengan bangunan, tiang cor untuk penahan penyebrangan dua, sekaligus kabel untuk penahan, serta satu perahu. Memang diakui sarana penyebrangan belum digunkan karena menurutnya belum terlalu keras corannya.

“Untuk pemborong sarana transfortasi warga menyebrangi sungai dikerjakan oleh kontraktor dari luar. Yang jelas apapun yang dianggap oleh masyarakat salah maka saya akan perbaiki dan akan saya robah untuk kedepannya, ” unjar Rio. (Ins)

ADVERTISEMENT






ADVERTISEMENT

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*