Gawat, Sapi Bali Warga Bungo Banyak Terjangkit Virus Jembrana

Dibaca: 274 kali
Pihak Keswan Dinas Peternakan M Adli, S.Pt Saat Beri Vaksinasi Pada Sapi Petani di Dusun Pekan Jumat, Kec. Muko-Muko Bahtin VII.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Warga Dusun Pekan Jumat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo Jambi, resah karena Sapi bali peliharaan mereka secara tiba-tiba tidak mau makan. Bahkan sebelumnya, sudah ada empat ekor sapi bali mati secara mendadak.

Aliul Hamedi (40), salah seorang peternak sapi bali saat di temui di kandang sapi miliknya dia mengatakan, secara tiba-tiba sapi miliknya tak mau makan sama sekali. Padahal sebelumnya sapi ini mau makan tapi, sekarang tidak mau lagi.

“Saya heran pak, kok secara tiba-tiba sapi miliknya tidak mau makan, oleh sebab itu saya mintak tolong dengan Rio (kades-red) kami, untuk menghubungi pihak Dinas Peternakan Kabupaten Bungo, agar memberikan obat pada sapi, supaya bisa makan kembali, ” ungkap Aliul Hamedi, Minggu (07/1/2018).

Hal senada disampaikan oleh, Rio Dusun Pekan Jumat, M Ayub mengatakan bahwa sebelumnya sapi milik adiknya juga pernah mengalami hal yang sama. Tak lama beberpa hari kemudian sapi tersebut langsung mati begitu saja.

“Beberapa waktu lalu, ada juga sapi dari anggota kelompok tani harapan bersama mati secara mendadak. Kini warga kami resah karena sapi bali mereka banyak yang sakit. Dan sebagian warga enggan lagi memelihara sapi bali, lebih baik sapi biasa saja karena tidak pernah sakit,” ujar Ayub.

Terpisah, kabid Peternakan, Enggar Tri Wahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, memang sapi bali yang dipelihara warga yang ada di Bungo banyak terjangkit penyakit Virus Jembrana.

Data yang kami peroleh sekitar 100 ekor sapi bali milik petani di Bungo mati secara mendadak. Dan yang paling banyak kasus ini terjadi di wilayah Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.

“Kasus ini, disebabkan karena sebelumnya banyak pedagang dan masyarakat Kuamang Kuning, membeli sapi dan peranakan dari luar Kabupaten Bungo. Karena sebagain besar sapi bali yang mereka beli itu, sudah terjangkit oleh Virus Jembrana sehingga cepat menular ke sapi yang lain, ” ujar Enggar, Minggu (07/1/2018).

Menurut Enggar, kesulitan yang dihadapi saat sapi petani terserang Virus Jembrana, karena banyak warga atau petani setelah sapi mereka sudah parah baru memberi tahu. Sebaiknya dari sekarang semua sapi bali peliharaan petani itu harus diberikan Vaksinasi dan Vitamin kepada sapi tersebut.

“Agar tidak tejadi lagi kasus yang sama, maka disarankan kepada seluruh peternak maupun petani sapi bali, untuk selalu berkoodinasi dengan kami. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan sapi yang dipelihara agar tidak terjangkit Virus Jembrana, yang bisa menyebabkan lumpuh tidak selera makan akhirnya bisa mati, ” pungkasnya. (zek

ADVERTISEMENT






ADVERTISEMENT

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*